Lewat Video, ISIS Deklarasikan Perang Terhadap Indonesia dan Malaysia




Sebuah video propaganda kelompok militan ISIS yang beredar secara daring mengumumkan deklarasi perang terhadap Indonesia dan Malaysia. Video yang diluncurkan di tengah serangkaian serangan bom global beberapa pekan ini, turut menampilkan tentara anak dan remaja yang mengangkat senjata.

Diberitakan Straits Times pada Selasa (5/7), video tersebut menampilkan seorang pria dewasa yang memikul senjata dikelilingi oleh tentara anak. Seorang tentara remaja berdiri tak jauh dari kelompok itu dan terlihat memeluk senapan serbu AK-47.

Pria itu mengibaskan jari telunjuk kanannya berkali-kali, dan berbicara dalam campuran bahasa Malaysia dan bahasa Arab.

Dia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena “mempermudah perjalanan dan jihad kami” dan karena telah menunjuk mereka sebagai “tentara Tauhid.”

Dalam video itu, sang militan juga menyinggung pihak berwenang dari nusantara, khususnya Malaysia dan Indonesia.

“Ketahuilah, kami bukan lagi warga Anda, dan kami telah membebaskan diri dari Anda,” ujarnya, sembari kamera berpindah menyorot seorang militan berjanggut di sebelahnya yang tengah memegang paspor Malaysia.

“Dengan izin-Nya dan bantuan-Nya, kami akan datang kepada Anda dengan kekuatan militer yang tidak dapat diatasi,” ucapnya.

Sang militan itu juga menyerukan pemerintah dan pemimpin yang tidak mengikuti prinsip Islam untuk lengser dan memberikan jalan bagi supremasi Islam.

Tak lama kemudian, sang militan juga terlihat melemparkan paspornya ke tengah lingkaran, dan tindakan ini diikuti oleh anak-anak yang mengelilinginya.

Seorang anak laki-laki melangkah maju dengan sebuah pemantik api dan mengucapkan, “Bismillah” sebelum menyalakan api dan membakar sepotong kertas putih yang terlipat.

Ia kemudian menempatkan kertas tersebut di antara tumpukan paspor sehingga api melalapnya. Aksi ini diikuti oleh sorak-sorai para militan yang mengepalkan tangan ke udara.

Adegan kemudian beralih ke dalam ruang kelas yang memperlihatkan sejumlah anak mengenakan kopiah tengah bersenandung kasidah dan diawasi oleh seorang pria. Sementara, di adegan lainnya, anak-anak itu menjalani pelatihan tempur di bawah pengawasan orang dewasa lainnya.

Tentara anak itu terlihat berdiri di belakang sebuah garis pembatas sembari mengacungkan senjata, bersiap untuk menembakkan peluru dari senapan semi-otomatis mereka.

Tentara anak itu terlihat berusia amat muda, mengenakan seragam militan yang terlihat kebesaran hingga melewati lutut mereka. Tubuh mereka yang kecil pun hampir terjatuh ketika menembakkan peluru dari senapan.

Sementara di samping mereka, terlihat seorang militan dewasa yang mengenakan celana berwarna khaki, kemeja lengan panjang dan rompi, mengangkat tangan kanannya sembari berteriak takbir. Tindakan ini kemudian diikuti oleh para tentara anak.

Video ini tersebar di hari yang sama dengan bom bunuh diri di Markas Polresta Solo. Video ini juga bertepatan dengan serangkaian teror global di Arab Saudi, Baghdad dan Bangladesh.

Pada Selasa, Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, juga mengonfirmasi serangan ISIS pertama di Negeri Jiran. Serangan yang melukai delapan orang ini terjadi di Kelab Malam Movida pada 28 Juni lalu, ketika para pengunjung sedang bersiap menyaksikan pertandingan Euro 2016 antara Spanyol dan Italia.

Sumber: cnnindonesia.com





Loading...