Kisah Orang yang Menangis di Surga




Setiap makhluk yang bernyawa pastilah akan merasakan mati. Islam mengajarkan adanya kehidupan di akhirat. Setelah berakhirnya kehidupan di dunia, maka manusia akan masuk ke dalam alam barzakh sebagai jalan untuk menuju alam akhirat. Allah telah menciptakan dua tempat sebagai kehidupan yang kekal, yakni surga dan neraka.

Setiap orang pastilah ingin masuk surga, meskipun untuk dapat masuk ke dalamnya membutuhkan syarat yang harus kita lakukan, itu saja juga atas seijin Allah. Orang yang menangis di surga menunjukkan bahwa betapa indahnya dan banyaknya kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada para penghuni surga karena amalan yang selama ini ia lakukan.

Surga merupakan tempat yang dipenuhi dengan kenikmatan melimpah sehingga hanya orang-orang yang beriman yang akan masuk ke dalam surga, atas ijin Allah. Sedangkan neraka adalah tempat yang dipenuhi dengan kesengsaraan dimana tempat ini ditujukan bagi manusia yang sering melakukan maksiat selama hidup. Lalu mengapa orang yang di jamin masuk surga jutsru menangis?

Kisah ini bermula ketika Imam Muhammad yang bertanya kepada muridnya mengenai apakah mengherankan jika ada seseorang yang menangis di dalam surga. Para muridnya pun membenarkan hal tersebut. Menurut mereka, sungguh mengherankan ada orang yang menangis di dalam surga. Kemudian, Imam pun menjelaskan bahwa terdapat hal lain yang lebih mengherankan dari pada orang yang dirindukan surga kemudian menangis.

Orang tersebut adalah orang yang selalu tertawa dan bahagia di dunia sedangkan ia tidak tahu bagaimana nasibnya dalam kehidupan akhirat. Mereka hanya sibuk untuk bercanda, berbahagia, namun tidak pernah berpikir untuk memperbaiki dirinya padahal ia tidak tahu apakah ia nanti akan masuk surga atau mendapatkan siksa pedih di dalam neraka.

Dalam hidupnya, mereka hanya berguru di dalam majelis maksiat dan menyia-nyiakan waktu padahal umurnya terus bertambah dan kulitnya terus keriput, bahkan mendekati ajalnya. Orang seperti ini tidak memikirkan jika kapan pun Allah mau, Dia bisa mencabut nyawa seseorang dalam hitungan detik sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri.

Mereka termasuk dalam orang yang lalai. Tujuannya hanyalah mengejar kesenangan dunia padahal semakin lama dunia semakin menjauhi dirinya. Sedangkan mereka berbondong-bondong meninggakan urusan akhirat padahal kehidupan akhirat selalu lebih dekat. Sungguh orang-orang ini lebih mencengangkan daripada orang yang menangis di dalam surga. Inilah orang yang kekal di neraka karena mengutamakan kehidupan dunia.

Sebuah dalil menjelaskan bahwa tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk menyembah-Nya. Dia juga telah memberikan perintah yang harus dijalankan dan larangan yang harus dijauhi di dalam kitab suci, yakni Al-Qur’an. Selain itu, Rasulullah sebenarnya juga telah memberikan kita contoh bagaimana menjalani hidup ini dengan bahagia, namun juga mengejar kehidupan akhirat. Allah telah memerintah kepada umat-Nya untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya jika kita terus meningkatkan keimanan agar semakin dekat dengan Allah. Semua yang bernyawa pastilah akan kembali pada-Nya. Oleh karena itu, selagi masih ada waktu segeralah bertaubat dan memperbanyak amalan ibadah sebagai bekal di akhirat kelak. Tak ada gunanya jika kita hanya mengejar kehidupan dunia. karena kehidupan dunia adalah kehidupan yang semu, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirat. Sedangkan, tak ada yang bisa menyelamatkan kita di akhirat kecuali amalan selama hidup dan pastinya ridho Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Amiin.

Sumber: wajibbaca.com





Loading...