Kerja Keras Memang Penting, Tapi Ada Batasnya. Jangan Sampai Kamu Bernasib Mengerikan Seperti Gadis Ini




Bekerja memang penting. Kalo enggak bekerja ya gak dapet duit. Masa mau menggantungkan idup ke orang lain? Ih, malu kalo eike. Cukup jemuran aja yang digantungin.

Walaopun begitu, sepenting apapun bekerja, tetap aja semua ada batasnya. Memaksa bekerja terlalu keras malah ngerugiin diri sendiri.

Iya betul gajimu tambah naik, tapi gimana dengan kesehatanmu? Kalo jadi sakit-sakitan ya sama aja boong, Duit abis buat berobat.

Makanya bekerja sewajarnya aja, sesuaikan dengan kemampuan. Kalo kamu tetep maksain kerja terlalu over, bisa-bisa kamu akan mengalami tekanan dan stres, layaknya apa yang dialami oleh gadis asal Negeri Sakura ini.

1. Gadis berdarah Jepang ini bekerja di perusahaan periklanan raksasa, Dentsu Inc.
Matsuri Takahashi, karir cewek berwajah imut ini bisa dibilang cukup menakjubkan. Doi bekerja di sebuah perusahaan periklanan raksasa di Jepang, Dentsu Inc di bagian divisi akun digital. Tugasnya bertanggung jawab atas iklan online. Hmm, terdengar keren yak?

2. Dituntut bekerja lembur 105 jam per bulan
Sebagai seorang karyawan yang bekerja di perusahaan ternama, jam kerja Matsuri sangatlah padat. Ia dituntut untuk mengambil jam lembur lebih dari 70 jam setiap minggunya.

Jika dihitung, kira-kira sekitar 105 jam per bulan atau setara 4 jam perhari.

3. Karirnya emang sukses, tapi Matsuri justru ingin mati
Mungkin banyak orang yang bermimpi jadi kayak Matsuri, punya wajah cantik dan karir gemilang. Tapi nyatanya, Matsuri sendiri malah enggak menikmati hidupnya.

Sebagai pegawai di perusahaan bonafit, doi mengaku stress dan tertekan akibat beban kerja yang berlebihan. Bahkan sempet curhat lewat akun twitternya kalo dirinya kepingin mati.

4. Berakhir tragis
Dalam usianya yang masih muda ( yakni 24 tahun), hidup Matsuri malah berakhir tragis. Ia nekat bunuh diri gegara udah enggak sanggup menahan beban pekerjaan.

Doi ditemukan tewas di asrama pegawai Dentsu pada tanggal 25 Desember 2015. Gadis lulusan Fakultas Sastra Universitas Tokyo itu diduga menderita gangguan mental karena beban psikologis yang teramat besar.

Keluarganya yang ngerasa nggak terima dengan kematian Matsuri, akhirnya menggelar konferensi pers di Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita, Tokyo pada Jumat 7 Oktober 2016.

Menurut cerita dari pengacaranya, Matsuri mulai bekerja di Dentsu sejak bulan April 2015. Semakin lama, beban kerja doi makin meningkat drastis.

5. Kasus Matsuri bukanlah yang pertama!
Tentunya kasus Matsuri bukanlah yang pertama. Di tahun 1991, karyawan di perusahaan Dentsu ditemukan bunuh diri karena despresi jam kerja yang terlalu panjang. Perusahaan tersebut pun dilaporkan ke pihak berwajib dan diharuskan bertanggung jawab.

6. Fenomena karoshi (meninggal akibat stres tekanan bekerja) sudah sering terjadi di Jepang
Sebagaimana yang dimuat dalam media The Asahi Shimbun, kasus bunuh diri akibat over bekerja, atau yang dikenal sebagai Karoshi tengah menjadi sorotan di Jepang.

Menurut data di tahun 2015, telah terjadi 93 kasus percobaan dan bunuh diri akibat tekanan bekerja.

7. Bekerja terlalu keras enggak bikin kamu sukses, tapi malah despresi!
Buat menggapai cita-cita memang dibutuhkan kerja keras, Namun bekerja terlalu keras hanya akan membuat impianmu jadi sekedar mimpi. Boro-boro sukses, gilak iya!

Inget, jangan memforsir tenagamu. Apalagi sampe lupa makan, lupa beribadah, lupa liburan, lupa temen dan lupa keluarga.

Lama-lama kamu bisa lupa diri sendiri lho! Bekerja terlalu keras enggak cuma bikin kamu despresi dan sakit, tapi juga nurunin produktivitas dan kreatifitasmu.

Jadi bekerjalah dalam batas wajar, jangan sampe kamu mati konyol cuma gegara gila kerja.

Sumber: keepo.me





Loading...