Keistimewaan Seorang Muslim Meninggal Pada Rabu dan Jum’at

by

Di kalangan masyarakat awam ada anggapan, seseorang yang meninggal dunia pada hari Rabu mempunyai kekhususnya. Demikian pula yang meninggal pada hari Jumat.

Masyarakat Jawa, bahkan ada yang menganggap bagi yang meninggal dunia pada hari Jumat Legi, harus diperhatikan pada ahli waris dan keluarganya.

“Kami mohon penjelasan terhadap masalah ini. Yaitu, betulkan ada keistimewaan seserang yang meninggal dunia pada hari Rabu, dan juga pada hari Jumat?” tanya Hidayatullah, warga Kepanjeng, Malang, pada ngopibareng.id.

Untuk menanggapi masalah tersebut, ngopibareng menghadirkan jawaban dari Majelis Tarjih Muhammadiyah, dengan hasil fatwa yang sudah diputuskan. Demikian jawaban lengkapnya:

Permasalahan keutamaan meninggal di hari Jumat adalah termasuk permasalahan ghaib. Dalam agama Islam, hal itu hanya dibolehkan percaya pada argumentasi yang bersandarkan pada dalil-dalil sam’iy-naqliy (yang datang dari Al-Quran dan as-Sunnah).

Dalam hal yang termasuk perkara ghaib, kita tidak diperkenankan untuk membuat cerita atau meyakini sesuatu kecuali berdasarkan keterangan langsung dari nash Al-Qur’an maupun as-Sunnah.

Tidak ada ruang bagi kita untuk melakukan analogi dan menggunakan akal untuk mengetahui permasalahan-permasalahan ghaib.

Allah SWT telah berfirman:

قُل لَّا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” [QS. al-An’am (6): 50]

Nabi Muhammad SAW pun telah bersabdayang artinya:

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan berasal darinya maka ia tertolak.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak berdasar pada urusan (agama) kami, maka amalan itu tertolak.” [HR Muslim]

Mengenai pertanyaan keutamaan meninggal di hari Rabu, kami telah meniliti sejumlah kitab-kitab hadits  dan mencari kemungkinan adanya keterangan dari Nabi SAWtentang keistimewaan meninggal pada hari tersebut.

Namun kami tidak menemukan keterangan sama sekali yang menjawab pertanyaan mengenai keistimewaan meninggal pada hari Rabu.

Dengan demikian, jika berkembang di masyarakat suatu kepercayaan mengenai keutamaan meninggal di hari Rabu, maka ia merupakan kepercayaan yang tidak berdasar sama sekali.

Mengenai keutamaan meninggal pada hari Jumat, terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi, yang artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari adzab kubur.” [Sunan at-Tirmidzi/vol. III/hadits  ke 1074]

Secara lengkap sanad dari hadits  ini adalah at-Tirmidzi, Muhammad bin Basysyar, Abdurrahman bin Mahdi dan Abu Amir al-Aqadi, Hisyam bin Sa’ad, Sa’id bin Abi Hilal, Rabiah bin Saif, Abdullah bin Amr bin Ash.

Sumber: ngopibareng.id

Loading...
loading...
loading...