Jika Ingin Menikah Muda, 3 Bekal Ini yang Harus Kamu Persiapkan

by

Menikah muda tentu memiliki banyak resiko. Resiko tersebut didominasi oleh faktor tanggapan masyarakat.  Pernikahan di usia muda yang mengalami kegagalan adalah gambaran buruk bagi kawula muda lainnya.

Walaupun sebenarnya kegagalan tersebut bukan berada di faktor usia mudanya. Melainkan tingkat ketakwaan dan kesadaran akan hakikat dan tujuan menikah.

Memilih menikah diusia muda tentu memerlukan banyak persiapan, diantaranya seperti yang dikutip dari catatan Ahmad Rifa’i Rifan adalah sebagai berikut,

Bekal Pertama
Jauh-jauh hari, persiapkan bekal pernikahan. Siapkan bekal finansial dengan cara belajar hidup mandiri pada usia semuda mungkin.

Rasanya tak keren jika uang kos dan kuliah saja masih meminta dari orang tua, lalu tiba-tiba meminta izin orang tua untuk menikah. Usahakan untuk mencoba mandiri semuda mungkin. Minimal dapat mengurangi jatah transferan orang tua.

Bekal Kedua
Siapkan bekal intelektual. Dalam Islam, kita mengenal kaidah dahulukan ilmu sebelum amal. Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan banyak-banyaklah mencari ilmu. Seperti ilmu berkomunikasi dengan suami, ilmu mendidik anak, ilmu mengurus rumah, dan lain sebagainya.

Bekal Ketiga
Siapkan bekal sosial. Ketika sudah menikah sebaiknya memisahkan diri dari kediaman orang tua. Untuk itu pasangan yang baru menikah sebaiknya banyak-banyak mmepelajari adab bertetangga, bagaimana bersikap di lingkungan masyarakat, dan bekerjasma membangun masyarakat.

Itulah beberapa bekal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan untuk menikah diusia muda. Namun bekal yang paing utama adalah keyakinan.

Bahwa Allah tidak mungkin menyengsarakan umatnya.  Umat yang berusaha melaksanakan sunnah Rosul dan bertujuan mulia dalam membina keluarga islami.

Selain itu restu orang tua pun erlu dipikirkan. Jangan memaksakan diri menikah tanpa restu mereka. Tetaplah osisikan diri sebagai anak yang berbakti. Walau pun pemikiran orang tua terkadang berbeda dengan anak muda masa kini.

Apabila seorang muslimah sudah mampu menunjukan kematangannya dalam membina keluarga kepada kedua orang tuanya. Orang tua tidak akan sulit memberika izin.

Maka persiapkan diri sejak saat ini. Agar ketika beberapa waktu kedepan ada yang melamar ukhti, tidak ada keraguan lagi dalam menolak atau pun menerimanya.

Sumber: ruangmuslimah.co

Loading...
loading...
loading...