Jarak Sekolahnya 40 Km Lebih, Alpin Naik Kereta dan Jalan Kaki Sendiri, Kondisi Keluarganya Miris

by

Perkenalkan Alpin, anak kelas 1 SD yang tiap hari menempuh jarak lebih dari 40 km untuk bersekolah. Alpin tinggal di daerah Parung Panjang, Bogor.

Sementara sekolahnya berada di SDN Kebon Kacang 02 Petang, Jakarta. Jarak rumah dan sekolah Alpin lebih dari 40 km. Tiap hari Alpin jalan kaki dan naik kereta sendirian tanpa didampingi orang tuanya.

Kisah Alpin pada awalnya tidak terlalu mendapatkan banyak perhatian netizen ketika disebarluaskan oleh pengguna Facebook Caroline Ferry. Saat itu Caroline Ferry bertemu dengan Alpin di kereta.

Namun ketika Caroline Ferry bertemu kembali dengan Alpin di kereta dua hari berikutnya, kisah bocah SD ini jadi viral. Alasan Alpin berani berangkat ke sekolah sendirian juga terungkap.

Ternyata ayahnya seorang buruh yang jarang pulang rumah dan ibunya sedang sakit. Berikut kisah Alpin yang dituliskan oleh Caroline Ferry pada postingan tanggal 4 April 2018:

“Ada yg tau ade ini?? Hebat loh. Sekolah di Tanah Abang rumahny di Parung Panjang. Sekolah nya dia bilang disekitaran Thamrin City.

Dan tiap hari si ade ini jln kaki dari Thamrin City ke stasiun Tanah abang (itu kan jauh ya ), PP naik kereta dan pulangnya jg dr stasiun Parung Panjang ke rumahnya jln kaki (ktny jauh jg).

Gw smpet tny mang gk djmput bapak? Ktny dia bapakny kerja proyek dan jarang pulang sdngkan makny lg sakit (lbh terenyuh lg).

Berasa malu bgt, gw yg cm rute Tnh Abang-Kebayoran tiap hari ngeluh krn desek2an keinjek2.

tp si ade ini tiap hari pulang malem jln kaki pula nyantai2 aj..gud luck ade rajin2 sekolahnya biar jd anak yg berguna bs bantu orang tua”

Lalu dua hari setelah postingan ini, Caroline Ferry kembali bertemu dengan Alpin di kereta. Kisahnya lalu disebarluaskan oleh pengguna Facebook Luciana Anggraini ke grup KRL-Mania pada 6 April 2018:

Alhamdulillah teman saya Caroline Ferry di pertemukan kembali sama dd Alpin.

Makasih dek udah tepatin janji 2hari yang lalu untuk tunggu di kereta khusus wanita.

1. hari ini teman saya mencoba mencari tahu tentang dd Alpin ini dari stasiun tanahabang sampai rumah kediaman dd Alpin, ade ini bersekolah di SDN kebon kacang 02 Petang kelas 1 SD, dan tinggal di Griya Bakung Raya 3, parung panjang.

Gak jarang juga si dd Alpin ini dari sekolah ke sta. tanahabang lalu dari sta. parung panjang ke rumah dengan berjalan kaki karena kehabisan ongkos.

Dd Alpin merupakan anak 3 dari 5 bersaudara, 1 kakaknya sudah bekerja, 1 nya lagi muhamadiyah, memiliki 2 orang adik yang berumur sekitar 3th, dan 6 bulan.

Ayahnya dd Alpin seorang buruh proyek yang pulang kerumah tidak menentu. sekarang ibunya tidak boleh terlalu kecapean paska operasi sesar.

2. di perjalanan ke arah rumah, teman saya dan dd Alpin bertemu dengan ular dan kondisi jalanan yang kurang penerangan dengan perjalanan waktu sekitar 1 jam kurang (berjalan kaki).

Dd alpin tidak memiliki rumah, melainkan menumpang di rumah Kakak ibunya, dan membangun sebuah kamar yang dibangun dengan menggunakan triplek tepat di depan rumah tsb.

3. Dd alpin selalu berangkat dari rumah menuju sta. parung panjang jam 9 pagi, dikarenakan dd Alpin masuk sekolah jam 1 siang.

dari rumah menuju sta. parung panjang harus berjalan kaki. belum lagi begitu sampai sta. tanahabang menuju sdn kebon kacang 02 petang harus jalan kaki.

Dd alpin tidak pernah membawa uang jajan, dia hanya membawa uang untuk ongkos tiket kereta saja. jangan kan uang jajan, bekal makananpun gak pernah bwa.

Jika ia di beri uang oleh orang lain, selalu ia kasih ke ibunya untuk dibelikan beras.

Sekiranya ada hati mulia yang mau membantu memberikan donasi untuk adik, bisa hubungin saya ataupun teman saya mba Caroline Ferry, atau jika ada yang bertemu langsung dengannya bisa bantu memberikan rejeki kalian.

Adik ini tidak pernah meminta untuk dikasihani.

ini ada beberapa bukti foto dan video menuju kerumahnya, mungkin kemarin banyak yang meragukan adik alpin ini.

Postingan Luciana Anggraini ini telah mendapatkan lebih dari seribu share dan like.

Beragam komentar lantas diberikan netizen di postingan tersebut.

Ada yang simpati dan berniat membantu Alpin.

Namun ada juga yang justru kahwatir Alpin menjadi terkenal.

“Terharu baca kisahnya, coba dibelikan KMT aja, ntar patungan atau donasi untuk top up KMTnya, kasihan kalau THB terus, biar uang dari ortunya bisa buat jajan dia ..” tulis Rizal Him.

“Saya ga bisa berkata apa2,nangis saat baca ini.Semoga dede Alpin selalu di beri kesehatan.Semoga para donatur di beri rezeki yang lancar dan kesehatan.” tulis Armie Raka.

“Ini masalah gak ya muka anaknya diumbar di medsos gini.. apalagi dikasih tahu jadwal harian ybs.. nah kalau ada orang iseng pengin buat jahat gimana… Hayo.. (terlepas dari isi sih, tapi takut aja, jaman sekarang kan tau sendiri).” tulis Ari Budiyanto.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...