Jajak Pendapat: Muslim Denmark Lebih Religius




Satu dekade setelah munculnya kartun kontroversial yang menghina Nabi Muhammad SAW, sebuah jajak pendapat memperlihatkan warga Muslim Denmark kini semakin religius. Mereka juga setuju petunjuk Allah SWT dalam Alquran dan hukum memakai hijab bagi muslimah harus diikuti.

” Muslim selalu mampu mendamaikan ajaran Islam dengan berbagai tradisi dan adat istiadat di berbagai negara,” kata Fatih Alev, yang mengepalai Danish Islamic Centre, kepada koran Jyllands-Posten, media cetak yang menerbitkan kartun kontroversial pada 2005-2006 .

” Ini adalah proses berkelanjutan dan kami telah menemukan cara menjalankan ajaran Islam dalam konteks Denmark,” tambah dia.

Jajak pendapat baru yang dilakukan oleh Wikle untuk Jyllands-Posten mendapat temuan, muslim Denmark sekarang lebih rajin berdoa daripada ketika tahun 2006.

Selain itu, jajak pendapat memperlihatkan bahwa 77,2 persen muslim Denmark setuju petunjuk Allah SWT dalam Alquran harus diikuti sepenuhnya. Angka tersebut meningkat dibandingkan jajak pendapat tahun 2006.

Di tahun itu, jajak pendapat menyebutkan hanya 62,4 persen warga muslim Denmark yang setuju dengan pernyataan tersebut.

Sementara, jumlah orang yang mengatakan muslimah Denmark harus mengenakan hijab juga meningkat secara signifikan, dari 28,6 persen pada 2006 menjadi 42,7 persen pada tahun ini.

Responden terbagi saat dimintai pendapat soal seberapa jauh umat Islam Denmark harus menyesuaikan diri dengan norma-norma negara tersebut.

Sebanyak 87 persen responden mengatakan muslimah harus sama aktifnya di pasar tenaga kerja seperti warga Denmark lainnya. Hanya 17,5 persen yang mengatakan umat Islam harus diizinkan untuk melakukan hubungan s*ks sebelum menikah dan sebanyak 21,7 persen berpikir pemuda Muslim boleh minum alkohol.

Hasil ini dikritik oleh beberapa analis yang mengatakan hasil jajak pendapat itu menunjukkan muslim Denmark sangat protektif terhadap norma-norma dan perilaku mereka sendiri.

“Kita berbicara tentang pandangan hidup yang sangat berbeda antara warga Denmark dan muslim Denmark. Alkohol dan se*s di luar pernikahan pada dasarnya tak pernah terpikirkan di kalangan Muslim,” kata Jens Peter Frølund Thomsen, seorang profesor ilmu sosial di Universitas Aarhus yang mengkhususkan diri dalam hubungan antara Denmark dan imigran.

” Ketika kita bertemu, akan selalu ada bir atau anggur merah di meja. Tapi itu tidak pernah ditemukan dalam masyarakat muslim. Gadis-gadis kita bersenang-senang dan suka berpesta. Tapi itu tidak dilakukan di komunitas mereka,” tambahnya.

Thomsen mengatakan ada batas yang jelas tentang seberapa banyak seseorang bisa berasimilasi. Pendapat yang mengatakan bahwa imigran Muslim akan mengambil alih cara hidup orang Denmark hanyalah sebuah utopia.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Wilke untuk Jyllands-Posten ini didasarkan pada wawancara dengan 702 Muslim Denmark yang berusia di atas 17 tahun.

Responden termasuk imigran dan keturunan imigran dari Turki, Pakistan, Irak, Lebanon, Bosnia dan Herzegovina, Somalia, Suriah dan Afghanistan.

Denmark adalah rumah bagi minoritas Muslim yang berjumlah 260.000 jiwa atau hanya tiga persen dari 5,4 juta penduduk negara itu, kata Local.dk.

Sumber: dream.co.id





Loading...
loading...
loading...