Istri, Ini Dia Larangan Membuka Aib Suami




Lidah itu tak bertulang, maka itu tak heran jika mengendalikan lidah termasuk hal yang sangat berat. Dibandingkan lelaki, wanita lebih suka menceritakan apa saja, baik tentang diri dan keluarganya kepada orang lain.

Tidak mengapa kalau hal-hal yang memang perlu diceritakan, tapi bagaimana jika ternyata seorang istri suka menceritakan aib suaminya sendiri? Pasangan kita adalah pakaian kita, dimana kita wajib saling menutupi. J

adi, apapun kebaikan maupun keburukan pasangan, sebaiknya tidak perlu diceritakan secara terbuka kepada orang lain yang tidak berkepentingan. Bahkan, kepada keluarga sekalipun, seorang istri dilarang membuka aib pasangannya.

Sudah banyak sekali contoh pertengkaran bahkan berujung pada perceraian yang diakibatkan oleh lidah yang tak terjaga dan suka mengumbar aib pasangan.

Meski bahaya yang ditimbulkan oleh lidah sangat dahsyat, namun sayangnya banyak yang tidak menyadarinya. Apalagi ketika berkumpul bersama, dimana semua bebas bercengekrama dan bersenda gurau tanpa ada batasan.

Bahkan tak jarang , lisan dengan sangat entengnya membahas hal-hal vulgar, dari mulai kebiasaan pasangan hingga masalah hubungan suami istri yang seharusnya menjadi rahasia pribadi.

Kira-kira bagaimana islam mengatur masalah ini, bolehkah kita saling curhat dan terbuka kepada orang lain tentang masalah pribadi tersebut?

Istrimu adalah pakaianmu, dimana kalian sudah seharusnya saling menutupi
“Mereka (istri-istrimu) merupakan pakaian bagimu dan kamu merupakan pakaian bagi mereka” (QS Al Baqoroh 187)

Larangan menceritakan hubungan int1m suami istri kepada orang lain
Dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id al-Khudriy, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di hari kiamat adalah seorang laki-laki (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan istrinya, kemudian membeberkan rahasia istrinya tersebut.” (HR Muslim)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya (pelanggaran) amanah terbesar di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, lalu dia menyebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Muslim 1437)

Perintah menutupi aib sesama muslim, termasuk pasangan
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) seorang hamba (yang lain) di dunia melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR Muslim).

Memelihara diri merupakan kewajiban seorang istri shalehah
Allah SWT berfirman, “Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS an-Nisa [4]: 34)

Penjelasan diatas tentunya membuat kita semakin paham bahwa ada batasan-batasan tertentu yang harus dijaga dan tidak boleh diumbar kepada orang lain, meskipun itu orang yang sangat kita percaya.





Loading...
loading...
loading...