Inilah Senjata Paling Ampuh Umat Islam Melawan Orang Kafir




Ada satu hal yang menjadi sumber kebencian seorang kafir, yakni taatnya seorang muslimin. Jadi senjata paling ampuh untuk melawan kekafiran yang meraja lela adalah menjadi muslim yang taat. Sederhana saja

Kita tak perlu meneriakkan aku cinta islam, islam agamaku dan berbuat frontal di jalan. Karena kekuatan kita adalah ketika seorang kafir merasa takut dengan seorang muslim yang benar-benar paham agama anda dan loyal kepada agama anda.

Maka sujudlah dengan khusyu‘ kepada Allah Ta’ala, atau lantunkanlah ayat-ayat al Qur’an dengan penuh penghayatan, atau hadirilah kajian-kajian yang mengajak anda memurnikan Islam anda, atau tutuplah aurat istri dan anak anak anda, dan demikian seterusnya.

Sahabat ihram, walaupun seorang muslim diam seribu bahasa, namun tekun mempelajari dan mengamalkan Islam yang murni, bukan Islam yang masuk angin karena telah dibawa ka alam JIN, niscaya orang-orang kafir murka dan sekaligus gentar.

Yang perlu kita sadari sebagai seorang hamba Allah, sejatinya mereka yang anti terhadap islam bukan benci kepada wajah seorang muslim yang tampan atau cantik jelita, tidak pula benci kepada ras anda sebagai orang jawa atau sunda atau lainnya, tidak pula karena anda kaya atau pandai.

Tapi itu semua ialah karena anda hanya sudi mengabdi kepada Allah Ta’ala semata, dan hanya mau meneladani sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam semata, jauh dari budaya yang menyimpang atau rekayasa tangan manusia. Maka ingatlah firman Allah dalam Al Maidah  ayat 59 berikut ini :

Katakanlah: “Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?”

Seperti nabi kita Muhammd SAW dan para sahabatnya dimusuhi, dibenci, diusir dan diperangi juga karena alasan yang sama, enggan mengakui sesembahan selain Allah Ta’ala, baik yang berupa manusia semisal nabi Isa alaihissalam, atau bebatauan atau pepohonan atau hewan atau lainnya. Hal ini dilukiskan oleh Allah : “Orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”” (QS. Al Hajj: 40).

Jadi, kalau anda ingin membalas kejahatan dan melawan mereka, maka hanya ada satu cara yaitu murnikan ibadah anda hanya kepada Allah Ta’ala dan satukan panutan anda hanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa memandang ras, budaya, perbedaan yang ada. Bukankah islam begitu dinamis menghadapi roda perputaran zaman. Tapi akidah kita tetplah pondasi dasar utama.

Sumber: ihram.asia