Inilah Resiko Menikah dengan Pasangan yang Rupawan




Sebagai perempuan dan laki-laki yang normal, tentu saja kita akan mempertimbangkan seseorang yang rupawan dan enak dilihat sebagai pasangan hidup kita.

Laki-laki akan mendamba perempuan cantik, sedangkan perempuan pun akan mendamba laki-laki yang ganteng. Hal ini sudah menjadi fitrah manusia. Akan tetapi Rasulullah telah menunjukkan bahwa yang terutama pilihlah pasangan hidup yang baik akhlak dan agamanya.

Menurut studi yang dilaporkan oleh Journal of Family Psychology menyatakan bahwa memiliki suami tampan lebih sering kehidupan rumah tangganya memanas karena suami tak sepenuhnya dapat mencukupi kebutuhan istri dan keluarga.

Tapi sebaliknya, fisik suami yang biasa-biasa saja memiliki semangat tinggi dalam mempertahankan rumah tangga dan lebih bertanggung jawab demi memberikan kebahagiaan kepada istri.

Benarkah demikian?

Apa saja sebenarnya resiko memiliki pasangan hidup yang rupawan? Berikut ini beberapa di antaranya, bisa benar-benar terjadi atau hanya sebatas resiko saja:

1. Pasangan Akan Menjadi Pusat Perhatian dan Memikat Banyak Orang, Baik di Tempat Kerja, Atau Dimanapun
Ada seorang ukhti yang mengeluhkan bahwa suaminya ditaksir oleh banyak perempuan, bahkan juga ditaksir laki-laki karena ketampanannya.

Tentu saja hal ini berpotensi konflik dalam rumah tangga, jelas bahwa kecantikan atau ketampanan bisa menjadi fitnah sekaligus ujian yang mengerikan.

2. Kita Akan Menjadi Pencemburu dan Posesif
Karena memiliki pasangan yang sangat mempesona, bisa jadi suatu saat kita akan dibuat uring-uringan dengan rasa cemburu dan posesif yang berlebihan.

3. Pasangan Akan Mengendalikan Kita
Karena merasa cantik atau tampan, pasangan merasa memiliki posisi tawar yang tinggi. Dia akan merasa bahwa seandainya melepas kita, akan dengan mudah mendapatkan pengganti yang lebih baik dalam sekejap.

Tapi tentu saja hal ini tidak berlaku untuk semua orang, artinya tidak semua wanita cantik atau pria tampan seperti itu.

Akan tetapi yang lebih perlu dikontrol adalah perasaan kita sendiri, jangan sampai dikendalikan oleh pasangan, sehingga kita berlebihan dalam mencintainya dan menomorsatukan pasangan melebihi Allah dan Rasul-Nya.

4. Biaya Hidup Lebih Tinggi
Perempuan cantik terutama menyukai pakaian yang juga cantik dan peralatan make up nya komplit, kalaupun tidak ber-make up, perawatan wajahnya pun  high class, langsung ke dokter kecantikan.

Sehingga resiko membiayai perawatan kecantikan istri juga harus diperhitungkan.

Demikianlah beberapa resiko mempunyai pasangan yang rupawan. Mudah-mudahan Allah menjadikan akhlak pasangan kita rupawan sebagaimana Allah telah menyempurnakan kecantikan lahiriahnya.

Karena kebahagiaan yang sebenarnya justru ada pemahaman agama dan akhlak yang cantik.

Sumber: ummi-online.com





Loading...