Inilah Orang yang Membuat Muhammad Ali Memeluk Agama Islam




Dunia sontak heboh setelah mendengar salah satu legenda olahraga meninggal dunia. Sang legendaris, Muhammad Ali, menutup mata untuk yang terakhir kali setelah habiskan waktu 5 hari di rumah sakit di Arizona.

Muhammad Ali, pria dengan segudang gelar di dunia tinju tersebut meninggal pada usianya yang ke-74 tahun karena permasalah di pernapasannya.

Tentunya, baik mantan musuhnya di atas ring ataupun orang-orang terdekatnya, sekaligus para pengagumnya merasa sedih akan sepeninggal pria yang bernama asli Cassius Clay Jr. tersebut.

Mungkin tidak banyak orang mengetahui kenapa seorang berkulit hitam dengan nama asli Cassius Clay Jr., tiba-tiba berganti nama menjadi Muhammad Ali yang bernuansa Islami?

Ali adalah seorang pria yang lahir di Louisville, Kentucky dan telah terbaptis sejak bayi. Di tahun 1962, Ali bertemu dengan salah seorang pejuang hak asasi berkulit hitam lainnya, yaitu Malcolm X.

Dari perkenalan itulah, Ali merasa nyaman dengan agama Islam dan mulai ikut serta dalam organisasi-organisasi bernapaskan Islam di Amerika Serikat pada zaman itu, Nation of Islam. Selain Nation of Islam, dia juga sering datang pada pertemuan African American Islamic.

Secara tidak langsung, Malcolm X-lah yang mengubah cara pandang dan hidup Ali dalam melihat agama Islam secara menyeluruh. Dia mengajarkan Ali apa itu Islam dan semua hal yang terkait di dalamnya.

Selain berteman dekat dengan Malcolm X dan ikut dalam Nation of Islam, Ali juga memiliki satu guru spiritual bernama Elijah Muhammad yang pada akhirnya pada tahun 1964, Ali mendeklarasikan diri untuk memeluk agama Islam.

“Cassius Clay adalah nama seorang budak. Saya tidak memilih dan menggunakannya lagi. Saya adalah Muhammad Ali. Nama ini adalah sebuah nama yang yang bebas dan saya akan memaksa semua orang untuk memanggil saya dengan nama itu,”  tegasnya, seperti yang dikutip dari iBtimes (4/6/2016).

Berpindahnya Ali dari agama awalnya menjadi Islam menuai pro dan kontra. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan ALi adalah sensasi sekaligus mengundang kontroversi.

Akan tetapi Ali tidak memperdulikan apa yang diungkapkan oleh banyak pihak tentang dirinya. Dia merasa nyaman memeluk agama Islam. Bahkan dia juga mendeklarasikan untuk menjadikan orang berkulit putih adalah musuhnya.

Bahkan pada tahun 1967-an, Ali menolak untuk bergabung atau menjalani wajib militer di negara Paman Sam tersebut karena menganggap bahwa hal tersebut bertentangan dengan Islam.

“Sya tidak akan memenuhi permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk menjadi tentara yang pada akhirnya dijadikan alat untuk menekan ras lainnya. Saya tidak akan melanggar apa yang diajarkan dalam Islam. Dalam agama saya tidak mengajarkan untuk memerangi orang yang tidak bersalah hanya untuk kepuasan pihak tertentu,” jelasnya.

Pada tahun 1964-an, Malxolm X keluar dari Nation of Islam, sedangkan ALi tetap menjadi anggotanya. Dia juga lebih condong untuk menjalankan ajaran Sunni daripada Syiah dan pada tahun 2005, Ali menjadi seorang sufi.

Selama berkarir dalam dunia tinju, Ali menang sebanyak 56 kali dari 61 kali pertandingan profesional yang dilakoninya. Dia juga menyabet banyak gelar dunia selama bertinju. Dia menyatakan pensiun dari dunia tinju pada tahun 1981.

Setelah pensiun, Ali mengalami banyak masalah pada kesehatannya. Dia berkutat dengan penyakit Parkinson selama lebih dari 30 tahun.

Beberapa kali dia sempat mengalami gangguan kesehatan, khususnya pada pernapasan, dan kerap masuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Sayangnya, dia harus menghembuskan napas terakhirnya, setelah dirawat 5 hari di rumah sakit di Phoenix, Arizona.

Ali dimakamkan di kampung halamannya di Lousville, Kentucky di samping makam ayahnya.

Sumber: suratkabar.id





Loading...
loading...
loading...