Inilah Jawaban Al-Quran: Mengapa Allah Menciptakan Orang Cacat?




Menciptakan orang cacat ternyata ini rencana Allah yang tersembunyi itu.

Sebagai manusia, tentu seringkali kita mempunya pikiran-pikiran yang menggelikan, serta pertanyaan-pertanyaan yang aneh untuk Allah. Karena apa yang diciptakan Allah di dunia ini terkadang belum kita ketahui maksudnya.

Semisal untuk apa Allah meciptakan arak jika itu dilarang, untuk apa Allah menciptakan anjing jika haram di pegang?

Serta banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul karena keterbatasan akal kita sebagai manusia, yang juga memiliki sifat ingin tau yang sangat tinggi. Dalam sebuah forum di India yang dihadiri ribuan orang, seorang non muslim bertanya kepada Dr Zakir Naik.

“Mengapa Tuhan menciptakan orang-orang yang terlahir cacat? Apakah ada ayat Al Quran atau perkataan Nabi Muhammad yang menjelaskan hal ini?”

“Saudara ini mengajukan pertanyaan yang sangat bagus,” kata Dr Zakir Naik mengawali jawabannya. “Mengapa dan apa alasannya Allah menciptakan sebagian orang terlahir sebagai orang yang cacat? Alasannya dijelaskan dalam Quran Surat Al Mulk ayat 2.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk: 2)”

Dr Zakir Naik lantas menjelaskan perbedaan pandangan Islam dengan Hindu tentang orang-orang yang terlahir cacat.

Meski dihadapkan dengan orang Hindu, Dr Zakir Naik tidak serta merta memaksakan pemahaman Islam kepada orang yang bertanya ini. Ia memberikan jawaban sesuai dengan keyakinan penanya ini anut. Yang ternyata jawabannya juga ada dalam Al-Quran.

Dalam Hindu, ada sebuah filosofi yang disebut sanskara atau reinkarnasi. Bahwa seseorang yang mati akan terlahir kembali sebagai sosok tertentu tergantung apa yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya. Itu juga disebut sebagai karma.

Jika amal perbuatannya baik, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih baik. Sebaliknya jika ia berbuat buruk, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih rendah.

Tingkatan makhluk tertinggi dalam reinkarnasi adalah manusia. Manusia sendiri terbagi dalam berbagai kasta dari terendah hingga tertinggi: pariah, sudra, waisya, satria dan brahmana. Sedangkan makhluk tingkatan terendah adalah binatang, yang juga terbagi dalam berbagai tingkatan.

Dari sinilah jelas terbukti, bahwa Allah menciptakan orang cacat pun ada tujuannya, bahkan saat ini kita tidak boleh memanggil orang cacat dengan nama cacat, tapi orang berkebutuhan khusus. Karena mereka memang membutuhkan perlakuan yang sangat khusus.

Dalam hal ini, cacatnya seseorang itu tidaklah mutlak bahwa dia tidak berguna hidup dunia. Dari setiap ciptaan Allah, ada keistimewaan yang harusnya kita ketahui sebagai manusia, sehingga kita mengetahui bahwa Allah Maha pekerkasa atas sebgala sesuatu yang Dia ciptakan.

Sumber: ihram.asia





Loading...
loading...
loading...