Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media




Sosial media saat ini sudah menjadi sesuatu yang pasti dimiliki oleh setiap orang yang terhubung ke internet, tak terkecuali ibu rumah tangga.

Akan tetapi, selain manfaat yang diberikan, kita perlu mewaspadai hal negatif yang mungkin ditimbulkan dari interaksi di sosial media. Berikut ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ibu rumah tangga di sosial media:

1. Curhat Masalah Rumah Tangga
Banyak ibu rumah tangga yang terjebak melakukan curhat di akun sosial medianya. Padahal cara ini sangat mungkin mendatangkan keburukan di kemudian hari, minimal membuat orang sekitarnya tidak bersimpati padanya karena membuka aib diri sendiri.

Sebenarnya jika caranya tepat, curhat di sosmed masih bisa dilakukan. Misalnya dengan menyembunyikan identitas atau menyamarkan permasalahan:

“Saya punya teman yang suaminya blablabla, sebaiknya bagaimana ya menasihati suami seperti itu?”

Menyembunyikan identitas lebih baik daripada curhat, “Suami saya blablabla… mertua saya blablabla…”

2. Pamer Kecantikan
Sebentar-sebentar upload foto selfie, upload ootd (outfit of the day), dengan tujuan untuk menangguk pujian dari followers.

Apa sih niat memperlihatkan foto selfie dan ootd cantik kita? Pamer kecantikan di depan suami malah malas, padahal berpahala, tapi pajang foto di sosmed rajin sekali, hal seperti ini perlu diwaspadai.

3. Pamer Kemesraan
Mesra dengan pasangan hidup sendiri amat baik, tapi ketika kemesraan tersebut diposting ke ranah publik dengan begitu seringnya, justru berpotensi membawa akibat buruk untuk rumah tangga kita.

Banyak orang yang hasad atau iri, bahkan dengki sehingga ingin melenyapkan kebahagiaan orang lain. Tentunya kita tak ingin postingan kita di sosmed menjadi boomerang seperti ini.

4. Pamer Anak
Hal bahaya lainnya yang banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga di sosial media adalah memamerkan anak, baik kelucuannya maupun kerupawanan anak kita.

Sayangnya, hal ini berisiko mendatangkan penyakit ‘ain. Ibnul Atsir Rahimahullah berkata,

“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit,” (An-Nihayah 3/332).

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal. Akan tetapi Rasulullah menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah bersabda,

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya,” (HR. Muslim).

Contoh kasus, foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media. Kemudian bisa saja terkena ‘ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti.

Padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.

5. Membuli Orang Lain Dengan Kata-kata
Ibu rumah tangga juga sebaiknya tidak melayangkan status atau komentar negatif di sosial media, baik berupa kata-kata kasar, sindiran, makian, atau bentuk bulian lainnya.

Sumber: ummi-online.com





Loading...