Hikayat Pemuda Jelata yang Meminang Putri Raja

by

Al-Imam Habib Abdulqadir bin Ahmad as-Segaf pernah berkisah,

Dahulu kala ada seorang pemuda Darwisy (orang Badui/ jelata) yang sikapnya polos. Pada suatu saat ia melihat putri seorang Raja di zaman itu, tentu saja ia langsung terpersona dengan kecantikan putri Raja yang jelita itu, iapun bermaksud melamarnya.

Ketika penduduk sekitar mengetahui jika ia ingin melamar putri Raja merekapun mentertawakan dan mencemoohnya, hal ini wajar, kerena anggapan mereka bagaimana mungkin seorang jelata yang berasal dari pegununggan ini akan meminang seorang putri Raja?

Hal ini tidak masuk di akal mereka. Sang Darwisy tidak mengubris celotehan orang-orang disekitarnya, dengan penuh keyakinan ia masuk istana dan menghadap sang Raja. Setelah ditanya ia menyampaikan maksud kedatangannya yang tiada lain untuk meminang putri sang Raja.

Sepontan sang Raja menjadi kaget bercampur sinis, lalu dengan nada menghina Raja itu berkata kepada si Darwisy, “Apa?!!, kamu mau melamar putriku??!!”,

Rajapun terkekeh mentertawakannya, lalu kata Raja, “Tahukah kamu berapa mahar untuk putri para Raja?”,

Kebetulan pada waktu itu si Darwisy membawa sebuah mangkuk yang biasanya dijadikan wadah untuk makanannya, iapun menjawab, “Berapakah mahar yang engkau minta untuk putrimu?”,

Dambil menunjuk mangkuk yang dibawanya si Raja menjawab, “Maharnya adalah, jika engkau mampu memenuhi mangkukmu itu dengan mutiara !”

Si Darwisy-pun segera keluar dari istana Raja dengan maksud memenuhi permintaan Raja, disisi lain si Raja bepikir bahwa hal itu takkan mungkin dapat dipenuhinya.

Diiringi kemauan yang kuat, si Darwisy bertanya-tanya kepada orang di sekitarnya, “Dimanakah aku bisa mendapatkan mutiara?”

Orang-orangpun menjawab, “Kamu hanya bisa mendapatkan mutiara di dasar lautan.”

Ia lalu pergi ke pingiran laut dengan polosnya ia bermaksud menguras air laut itu hingga pikirnya jika air laut telah terkuras ia akan dapat dengan mudah mengambil mutiara sebanyak yang diinginkan. Bukankah ini (menguras air laut) adalah sesuatu yang mustahil?

Namun karena Allah SWT melihat adanya kesunguhan hati hambahnya yang polos ini maka Ia mengilhami seluruh ikan yang ada di lautan itu agar masing-masing dari mereka mengambil mutiara di dasar laut dan memuntahkannya kedaratan!

Maha Suci Allah seluruh ikan itu mentaati perintahnya, dalam waktu sekejap mutiara yang berkemilau telah memenuhi daratan, si Darwisy memungutnya satu demi satu hingga memenuhi mangkuknya selebihnya ia tinggalkan begitu saja.

Lalu ia kembali ke istana menghadap Raja sembari menunjukkan mangkuk yang penuh dengan mutiara yang berkemilau cahayanya itu, ia berkata cukupkah ini menjadi mahar putrimu?

Tentu saja sang Raja terperangah melihat mutiara yang indah sebanyak itu yang sebelumnya tak pernah ia melihatnya, pada akhirnya iapun berhasil menikahi putri sang Raja.

Lalu habib Abdul Qadir menuturkan himmah semacam inilah yang kini telah tiada dalam diri kita. (ini hanyalah ringkasan dari kalam beliau yang telah dihimpun oleh salah seorang murid beliau Assayyid Muhammad bin Abdulqadir bin Husain Assegaf yang dapat kami terjemahkan).

Sumber: islamaktual.com

Loading...
loading...
loading...