Hewan Ternak Warga Banyak yang Mati, Kakek Ini Dituduh Punya Santet dan Disumpah Al-Qur’an




Isu santet di Probolinggo sudah seringkali merebak. Tak terkecuali di Kabupaten Probolinggo. Kali ini terjadi di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih. Bedanya, kali ini isu santet terjadi bukan lantaran manusia yang sakit. Melainkan ada hewan ternak milik warga setempat, yang mendadak tewas.

Matinya hewan ternak itulah yang akhirnya memunculkan isu ini. Bahkan tudingan muncul dari dua pihak yang masih punya hubungan kekerabatan. Yakni antara keponakan dengan paman.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, isu santet ini bermula dari tudingan Nawawi, 59, terhadap Holis alias Pak Tro, 66. Nawawi menuding Holis memiliki ilmu hitam. Penyebabnya, sapi yang dimiliki Sus, keponakan Nawawi, tiba-tiba mati mendadak.

Insiden matinya sapi Sus ini terjadi sebulan yang lalu. Bahkan sudah dua kali sapi milik Sus, mati. Dan Nawawi memiliki firasat bahwa sapi milik keponakannya itu, sengaja “dibuat” mati oleh Holis.

Puncaknya, Holis yang merasa tak memiliki ilmu santet, mengajak Nawawi untuk sumpah pocong. Sumpah itu sejatinya digelar beberapa waktu lalu. Sayangnya dengan berbagai pertimbangan akhirnya sumpah pocong tersebut gagal.

Sampai kemudian Minggu malam (8/10), isu ini kembali berhembus. Merasa tak memiliki ilmu santet, pihak keluarga Holis akhirnya mengajak untuk dilaksanakan sumpah.

Menurut Qosim, 35, anak sulung Holis, tuduhan Nawawi terhadap ayahnya, dilontarkan sekitar satu bulan lalu. Entah apa yang melandasi tuduhan tersebut. Padahal, antara Nawawi dan Holis, masih terbilang saudara. Bahkan rumah mereka saling berhadapan. Hanya dipisahkan jalan desa yang jaraknya sepelemparan batu.

“Awalnya Sus ini beli sapi anakan. Tak lama kemudian mati. Dan beli lagi, tapi mati lagi. Selanjutnya mereka menuduh kematian dua sapi tersebut akibat santet dari ayah saya (Holis, Red),” terang Qosim, Minggu (8/10).

Di musala Al Mutaqin RT 5/RW 3, desa setempat, digelarlah sumpah Alquran. Meski gagal melaksanakan sumpah pocong dan diganti sumpah Alquran, jalannya sumpah tetap mendapat perhatian warga. Banyak warga yang ingin menyaksikan. Alhasil, petugas kepolisian melakukan pengamanan selama prosesi sumpah al-Qur’an.

Sumber: jawapos.com