Gus Dur Bisa Mengetahui Wali yang Masih Hidup Maupun yang Telah Meninggal




Suatu hari, Gusdur (sebenarnya nama aslinya adalah Abdurrahman Ad-Dakhil) mengajak KH Said Aqil Siradj (sekarang ketua PBNU). Kang Said (panggilan KH Said Aqil) bertanya mau kemana. Namun, Gusdur hanya bilang akan mengajaknya kepada seorang
yang alim lalu minta doa kepadanya. Kang Said pun setuju dengan ajakan Gusdur. Oia, lokasinya pada waktu itu
di Arab.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang yang berpakaian putih dan berjanggut (umumnya orang Arab)
yang mempunyai banyak santri. Kang Said pun berkata kepada Gusdur, “Mungkin itu kali?” Gusdur hanya bilang, “Bukan.” Berkali-kali kang Said menebak, tapi selalu salah. Kang Said semakin bingung karena orang-orang ternama yang mereka lewati bukan termasuk orang ‘alim’ yang Gusdur maksudkan.

Tibalah saatnya mereka bertemu dengan pemulung. Ya, orang yang berprofesi sebagai pengepul sampah. Kang Said pun terheran-heran ketika Gusdur mendekati pemulung tersebut. Tak lama kemudian, ia pun ikut mendekati pemulung bersama Gusdur.
Kemudian Gusdur menepuk pundak si pemulung dan bilang minta di do’akan. Seketika itu, si pemulung menangis dan memohon kepada Allah untuk
di cabut kewaliaannya. Ia masih shock karena masih ada orang yang tahu bahwa ia adalah seorang wali padahal sudah menyamar sebagai orang yang
di anggap rendah di masyarakat.

Cerita lain, ketika Gusdur mengunjungi makam di tengah danau di daerah Panjalu, Ciamis.

Pada awalnya, makam tersebut tidak terawat karena belum banyak orang yang mengetahuinya. Namun, setelah Gusdur mengunjungi makam tersebut dan menyampaikan kepada warga bahwa makam tersebut adalah makam seorang wali, sekarang makam tersebut menjadi ramai oleh karena banyak orang yang berdatangan guna ‘berwisata ziarah.’ Masyarakat sekitar makam pun ikut merasakan peningkatan kesejahteraan dengan berdagang dan lain sebagainya

Sebenarnya masih banyak cerita yang mengin di kasikan bahwa Gusdur mengetahui banyak sekali keberadaan para wali Allah di Indonesia. Kalau sudah begini, Gusdur itu siapa? Apakah Gusdur adalah (juga) seorang wali Allah? Tapi, yang mengetahui wali adalah seorang wali juga.

Lahuu Al Fatihah…

Sumber: Wibbie Al Faqir‎