Fakhruddin Pasha: Jenderal Turki Utsmani Pelindung Kota Suci Madinah




Kisah kepahlawanan Fakhruddin Pasha layak diceritakan kepada generasi muslim. Bagaimana ia berjuang hingga akhir mempertahankan kota suci Madinah dari kepungan tentara Inggris yang bekerjasama dengan para pengkhiatan dari kalangan Arab.

Fakhruddin Pasha merupakan seorang Jenderal Turki yang ditugaskan sebagai pelindung kota suci Madinah. Saat khilafah Turki Utsmani kalah melawan Inggris, semua pasukannya di wilayah Syam dan Hijaz ditarik pulang ke Turki.

Kecuali Fakhruddin Pasha dan pasukannya yang menolak menyerahkan kota suci Madinah kepada tentara Inggris dan para pengkhianat Arab yang bersekutu dengan Inggris dengan gerakan yang mereka sebut “Nasionalisme Arab”.

Saat itu Fakhruddin Pasha mengatakan: “Aku tidak akan menyerahkan tempat dimakamkan jasad Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para kafir yang tidak suci.”

Lalu Inggris mengepung kota suci Madinah, tentunya bersama para sekutu mereka dari kalangan pengkhianat Arab. Jenderal Inggris Wingate yang bertugas di Mesir menulis surat ancaman kepada Jenderal Fakhruddin Pasha:

“Turki Utsmani telah dikalahkan. Wilayah Syam telah dijajah. Darah yang akan tertumpah saat ini akan menjadi tanggung jawabmu secara pribadi jika engkau tidak menyerah dan menyerahkan kota Madinah.”

Menanggapi ancaman itu, Fakhruddin Pasha menulis surat balasan: “Kepada Wingate di Mesir: Saya pengikut Muhammad, saya pengikut Utsmani, saya tentara dan saya anak Peli Beik.”

Maksud kalimat tersebut adalah ia tidak merasa takut dan siap berperang dan mempertahankan kota Nabi hingga gugur.”

Ia merupakan penguasa Turki Utsmani terakhir atas kota suci Madinah yang menolak untuk menyerahkan kota tersebut kepada Inggris setelah kekalahan Turki Utsmani pada perang dunia pertama. Ia bertahan selama 7 bulan tanpa logistik atau bantuan.

Fakhruddin Pasha terus mempertahankan kota suci Madinah meskipun stok makanan, obat-obatan dan amunisi telah menipis yang menyebabkan ia kesulitan untuk melanjutkan perlawanan. Ia dipaksa untuk menyerah.

Meskipun demikian, ia menolak untuk keluar dari kota suci Madinah dan memilih tinggal di samping makam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun para perwiranya membawanya secara paksa ke sebuah tenda di luar kota suci Madinah.

Fakhruddin Pasha ditangkap oleh “revolusioner Arab” kemudian di serahkan ke pihak Inggris. Ia kemudian diasingkan ke Mesir sebagai tawanan perang.

Pada tanggal 5 Agustus 1919, ia diasingkan ke pulau Malta. Disana ia disidangkan di mahkamah yang dibentuk oleh pihak Negara Sekutu sebagai penjahat perang dan dijatuhi hukuman mati.

Pada tanggal 8 April 1921, Ankara berhasil menyelamatkan Fakhruddin Pasha dari penjara.

Pada tanggal 24 September 1921, Fakhruddin Pasha berangkat ke Ankara untuk bergabung dalam perang kemerdekaan melawan pasukan sekutu yang telah menduduki Istanbul, Izmir dan sebagian daerah lain wilayah Turki saat ini.

Ia kemudian ditugaskan oleh parlemen sebagai Dubes Turki untuk Afghanistan, ia melaksanakan tugasnya hingga akhir masa jabatan pada tanggal 12 Mei 1926.

Pada tanggal 5 Februari 1936, ia pensiun dari militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Pada tanggal 22 November 1948 Fakhruddin Pasha meninggal dunia dan dimakamkan di perkuburan Aşiyan di Istanbul sebagaimana wasiatnya.

Rahimahullah rahmatan wasi’ah…

Sumber: turkinesia.net





Loading...