Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran Dalam Islam




Hati adalah salah satu hal yang menjadi bagian dari diri kita selaku manusia. Sebagaimana yang kita ketahui, hati sangat mudah berubah, tergantung dari apa yang kita lakukan atau dialami. Jika bicara tentang hati, maka kita sebenarnya juga membicarakan perihal perasaan dan rasa. Perasaan adalah suatu hal yang membedakan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya, selain akal tentunya. Begitupun dengan rasa itu sendiri. Terkait dengan hati ini ada satu hal menarik yang dapat Anda pelajari melalui apa yang ada di dalam artikel ini, yaitu doa ketenangan hati dan pikiran yang banyak dicari oleh banyak orang untuk diamalkan setiap hari.

Salah satu hal yang menjadi penyebab seseorang mencari doa ketenangan hati dalam Islam adalah karena ia sedang ditimpa masalah yang membuat hatinya merasa tidak tenang. Hal itu bisa diakibatkan oleh beragam faktor. Diantaranya adalah masalah pribadi, keluarga, asmara bahkan dari pekerjaan. Contohnya seperti beban hutang yang Anda miliki, keluarga yang tidak harmonis dan sedang bersitegang, ketidakpercayaan teman terhadap diri Anda, kehidupan percintaan yang tidak berjalan dengan mulus atau beban pekerjaan dan tuntutan dari atasan. Semua hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa dialami oleh semua orang. Sehingga untuk mengembalikan suasana hati agar tidak gundah gulana, doa terutama doa orang teraniaya adalah suatu hal yang cukup mujarab.

Doa adalah satu diantara cara manusia untuk lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan kita semua yakni Allah SWT. Sebagai seorang muslim ta’at, kita semestinya selalu berupaya untuk meningkatkan keimanan. Karena obat untuk hati yang sedang mengalami banyak masalah adalah jiwa yang bersih. Untuk mendapatkan jiwa yang bersih tentu perlu disokong dengan spiritualitas jiwa yang baik. Dengan demikian, maka Anda akan menjadi manusia yang siap menghadapi segala macam permasalahan hidup yang mungkin saja menimpa Anda sewaktu-waktu tanpa bisa disangka. Sehingga hati yang tenang akan bisa Anda dapatkan dengan jalan sebagaimana seharusnya.

Berikut ini kami sudah menyiapkan beberapa Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran Dalam Islam yang sangat ampuh untuk mengobati hati yang sedang dilanda duka dan nestapa. Di dalam artikel ini kami siapkan sejumlah contoh doa ketenangan pikiran yang biasa diucapkan oleh banyak orang untuk menguatkan hati.

1. Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran yang pertama adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Allohumma Inni As Aluka Nafsaan Bika Muthma-Innah, Tu’minu Biliqoo-Ika Watardhoo Bi Qodhooika Wataqna’u Bi’athooika

Terjemahan dari doa ini yakni:

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridha dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.

2. Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran yang Kedua
Selanjutnya adalah doa yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya untuk dibaca demi mendapatkan ketenangan hati yang didambakan oleh semua orang. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan kalau Rasulullah shallallahu’aliahi wasallam bersabda yang bunyinya sebagai berikut: “apabila seorang hamba ditimpa kegelisahan atau kesedihan, lalu ia berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Allaahumma Innii ‘Abduka, Wabnu ‘Abdika, Wabnu Amatika, Naashiyatii Biyadika, Maadhin Fiyya Hukmuka, ‘Adlun Fiyya Qodhoo-Uka, As-Aluka Bikullismin Huwalaka, Sammayta Bihi Nafsaka, Aw Anzaltahu Fii Kitaabika, Aw ‘Allamtahu Ahadan Min Kholqika, Awis Ta’ Tsar Ta Bihi Fii ‘Ilmil Ghoibi ‘Indaka, An Taj’alal Qur-Aana Robbii’a Qolbii, Wa Nuuro Shodrii, Wa Jalaa-A Huznii, Wa Dzahaaba Hammii.

Niscaya Allah akan menghilangkan kecemasan dan kesedihannya, kemudian Dia akan menggantikan semua itu dengan kegembiraan”. Setelah itu, para sahabat yang ada saat itu bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah kami menghafal atau mempelajar kalimat-kalimat tersebut?”. Rasulullah pun mengiyakan jawabannya, “Ya, hendaknya siapa saja yang mendengarnya mempelajarinya” (Riwayat Ahmad1/391, Ibnu Hibban, Abu Ya’la, al-Hakim, dll), sanad shahih menurut pendapat Al-Albani.

Agar lebih memahami, berikut adalah inti dari doa yang tertulis di atas:

“Seorang hamba Allah dari keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa hendaknya beroda kepada Allah. Sebab semua kehendak ada ditangan Dia. Dialah dzat yang mana memegang kendali atas ubun-ubun kita, Dialah Dzat Yang Adil keputusan dan qadhanya. Manusia hendaknya juga memohon untuk menjadikan Al Qur’an penentram hati, peleyap duka serta kesedihan dan pemberi cahaya di dada. Hal ini karna Allah adalah Tuhan yang menggunakan nama sempurna dalam setiap namaNya.

3. Doa Agar Hati Tenang Dalam Menjalani Hidup yang Ketiga
Selanjutnya adalah doa yang dimaksudkan untuk meminta perlindungan terhadap sesuatu yang menyebabkan timbulnya rasa sedih dan gundah pada diri kita, serta kemalasan yang tak jarang menghampiri kehidupan kita sehari-hari. Selain itu juga untuk menghindari hutang yang seringkali menjadi beban, rasa takut terhadap sesuatu serta penindasan yang dilakukan oleh orang lain terhadap diri Anda. Di bawah ini adalah doa yang dimaksud dan menurut riwayat juga sering dibaca oleh Rasulullah (Lihat kitab Fathul Bari):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Allohumma Inni Audzubika Minalhamma Walkhujni, Wal A’ri, Wakasal, Walbujli Walhubni, Waqodaini, Walgobatirrojali”

“Inti dari doa ini adalah memohon perlindungan dari Allah dari segala sesuatu yang nmembuat hati sedih, susah, malas, lemah dan penakut, terlilit hutan dan dari penindasan orang-orang yang berkuasa. [HR. Al-Bukhari 7/158]

4. Doa Mohon Diberi Ketenangan Hati Supaya Mendapat Rahmat yang ke Empat
Berikutnya adalah doa seperti yang meminta kepada Tuhan supaya selalu mendapatkan rahmat serta pertolongan yang memang dibutuhkan oleh setiap orang. Doa tersebut seperti yang tertulis di bawah ini:

اَللَّهُمَّ رَحْــمَتَكَ أَرجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَــفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ , وَاَصْلِحْ لِي شَأْني كُلَّهُ , لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma Rahmatika Arjuu Falaa Takilmi Ilaa Nafsi Tharfata ‘Ainin Waaslih Lii Sya’nii Kullahu Laa Ilaaha Illa Anta.

“Doa ini mengharapkan rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa. Hendaknya orang memohonagar Allah jngan membiarkan Allah tak menolongnya walaupun dalam kedipan mata. Manusia juga memohon perlindungan Allah untuk memperbaiki segala urusan dunia, karena Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Dia.” [HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42].

5. Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran yang Kelima
Di saat yang susah Rasulullah juga mengucapkan doa di bawah ini seperti yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah:

“Allahumma Inni As Aluka Rahmatan Min’indika Tahdi Bihaa Qalbii Watajma’u Bihaa Syamli Wataruddu Bihal Fitnata Anni”

“Inti dari doa ini adalah memohon rahmat yang diberikan Allah, dan jangan sampai Allah menyerahkan segala urusan dunia meski hanya dengan sekejap mata sekalipun. Dalam doa ini juga tersirat harapan agar Allah memperbaiki segala urusannya di dunia. Karena tidak ada Tuhan yang bisa disembah melainkan Allah Yang Maha Esa”. [HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban]

Berakhir sudah ulasan yang dapat disampaikan kepada Anda demi menjawab pertanyaan yang ada di dalam pikiran Anda seputar cara untuk mengatasi perasaan gundah. Sebelum mengucapkan doa yang tertulis di dalam artikel ini ambillah wudhu; terlebih dahulu agar doa Anda menjadi lebih makbul. Pada dasarnya doa tidak dapat berdiri sendiri. Karena doa ketenangan jiwa dan Pikiran Dalam Islam juga perlu diikuti dengan perubahan diri kearah yang lebih baik. Demikianlah tulisan ini, semoga Anda bisa mengambil hikmah yang tertuang di dalamnya. Terima kasih kepada para pembaca budiman yang sudah berkunjung ke artikel ini dan selamat berusaha.

Sumber: webislami.com