Disdik Sumenep Madura Kecolongan, Belasan Sekolah Jadi Target Kristenisasi

by

Upaya kristenisasi dengan memberikan bingkisan gratis berisi atribut kristen di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata menyasar para siswa sekolah dasar.

Sedikitnya ada 12 sekolah yang menjadi target pemberian bingkisan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Manding, Kalianget dan Kota Sumenep. Jika dirinci, 6 sekolah berada di kecamatan Kota, 1 sekolah di Kecamatan Kalianget, dan 5 sekolah di kecamatan Manding.

12 Sekolah tersebut yaitu, SDN Pabian III Sumenep, SDN Pabian IV Sumenep, SDN Pangarangan V Sumenep, SDN Pamolokan I Sumenep, SDN Pamolokan II Sumenep, SDN Pamolokan III Sumenep, SDN Kalimo’ok II Kalianget, SDN Manding Laok I, SDN Lalangon I Manding, SDN Manding Timur II Manding, SDN Jabaan Manding, dan SMP I Manding.

Sementara total bingkisan yang akan disebar mencapai 2.164 bingkisan yang didalamnya berisi atribut kristen. Dengan rincian untuk siswa sebanyak 1.185 sedangkan untuk siswi sebanyak 979.

Kegiatan kristenisasi berkedok sosialisasi wawasan Kebangsaan itu rencananya akan dilakukan selama tiga hari yakni 21-23 Februari 2017, namun mendapat penolakan dari masyarakat dinilai membawa misi kristenisasi, sehingga yang selesai disebar hanya di enam sekolah, salah satunya di SDN Manding Laok dan SDN Jabaan Manding.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bingkisan gratis yang diperoleh siswa saat mengikuti kegiatan itu diantaranya berisi salib, buku gambar yesus, dan kaos kaki bertuliskan “gantungkan hidupmu pada yesus”. Parahnya, kegiatan sosialisasi ini malah mendapat restu dari Dinas Pendidikan setempat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Shadik, membenarkan bahwa pihaknya memang memberikan rekomendasi kepada UPT Pendidikan setempat untuk menerima DHC 45 Sumenep dan yayasan Sejahtera Bangsa Mulia melakukan sosialisasi lembaga sekolah. Namun pihaknya mengaku tidak tahu jika bingkisan yang diberikan kepada para siswa berisi atribut kristen.

“Saya memang memberikan rekomendasi terhadap kegiatan itu, tapi saya tidak tahu kalau isi bingkisannya mengandung atribut kristen,” dalih kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Shadik, Rabu (22/2/2017).

Ia menjelaskan, pihaknya memberikan rekomendasi karena menganggap kegiatan tersebut sangat bermanfaat kepada para siswa. Apalagi kegiatan itu membantu tugas Disdik Sumenep dan sifatnya gratis.

“Saya memandang kegiatan ini sangat membantu kami, apalagi sifatnya gratis. Jadi kami menaruh percaya saya,” tegas Shadik.

Sumber: newsmadura.com

Loading...
loading...
loading...