Cara Puasa Weton Untuk Keberkahan Hidup dan Keberhasilan Hajat

by

Kepercayaan kejawen menyebutkan adanya gaib dalam diri manusia yang hidup dan selalu berada di samping manusia. Hal ini disebutkan dalam berbagai versi.

Sering disebut sebagai sedulur papat limo pancer, kakang kawah adhi ari-ari, guru sejati, keblat papat lima pancer. Semuanya memiliki versi pengertian yang bermacam-macam.

Namun kesamaan yang ada pada setiap pendapat adalah hal yang bersifat gaib itu ada dan hidup setelah manusia itu dilahirkan, hidup berdampingan.

Fenomena ini akan selalu dikaitkan dengan adanya hari kelahiran yang disebut dengan weton, yang diambil dari hari dan pasaran Jawa.

Lantas, Apa itu Puasa Weton?
Bagi yang mempercayai adanya makhluk gaib di samping kehidupan manusia ini, akan melakukan ritual untuk menghormati keberadaannya, yaitu dengan melakukan puasa. Puasa ini disebut dengan puasa weton.

Puasa weton dilakukan bertepatan pada hari weton dari pelaku ritual. Pada saat hari weton ini dipercaya sebagai hari naas bagi siapa saja yang bertepatan harinya.

Karena dianggap sebagai hari naas, maka pada saat weton-nya orang tersebut dilarang untuk bepergian jauh dari rumah. Ia sebaiknya melakukan ritual yang, berupa prihatin untuk menghormati gaib yang hidup di samping manusia itu sendiri.

Puasa yang disampaikan oleh beberapa guru saya menyebutkan beberapa versi yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan dalam melasaknakan puasa weton:

  1. Puasa dilakukan pada saat yang bertepatan dengan hari kelahiran saja.
  2. Puasa weton dilakukan sehari sebelum hari kelahiran, bertepatan dengan hari kelahiran, dan sesudah hari kelahiran. Dengan demikian maka pelaksanaan puasa adalah tiga hari berturut-turut.
  3. Pada saat weton jika tidak melakukan puasa, diwajibkan untuk mengurangi jatah makan. Kalau biasanya dalam
    waktu sehari makan tiga kali, maka diubah menjadi satu kali atau dua kali.
  4. Jika puasa tidak dapat dilaksanakan, maka pada malam hari kelahiran dilakukan ritual dengan berdoa kepada Tuhan dan melakukan tidur selepas tengah malam (melek-an)

Itulah beberapa perbedaan pelaksanaan puasa weton. Namun, semua itu sama saja, karena yang terpenting adalah niat kita.

Tata Cara Puasa Weton
Berikut ini cara umum melakukan puasa weton, semoga dengan mengikuti langkah-langkah ini,  anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan.

Pertama, bangun pagi sekitar jam 3, segeralah cuci muka dan ucapkan niat.  “Ingsun pasa ngapit kelahiran kelawan tulung dina telung bengi tanpo ti pati mangan lan ngumbe yen durung kasedya apa sing dadi kasedyaku” Atau bisa Anda ganti sesuai hajat Anda.

Contohnya seperti ini: “Aku berniat puasa weton dari fajar sampai petang untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena allah subhanahu wata’ala”. Kemudian sahurlah

Kedua, segeralah sholat sunnah 2 rakaat sebelum adzan subuh berkumandang

Ketiga, lakukan sholat wajib Subuh dan akhiri dengan sholat sunnah 2 rakaat

Keempat, sering-seringlah ambil air untuk berwudlu, jika anda merasa batal maka berwudlu lagi.

Dengan begitu, insya allah Anda akan mendapatkan keberkahan dan hajat anda akan segera terkabul.

Hukum Melakukan Puasa Weton
Memang dalam ajaran agama islam tidak disebutkan tentang puasa kelahiran atau puasa weton. Namun, ada salah satu hadist dhohir bahwa melakukan puasa weton diperbolehkan dan bersifat makhruh.

Nah, terlepas dari hukum tersebut, para leluhur percaya bahwa ketika kita melakukan puasa weton. Banyak manfaat yang akan kita dapatkan nantinya.

Manfaat Puasa Weton
Jika kita bicara mengenai puasa, tentunya kita tidak sebatas membicarakan perpindahan jam untuk mengkonsumsi suatu makanan semata.

Terlepas dari hal itu ternyata segala macam puasa, termasuk cara puasa weton merupakan sebuah upaya keprihatinan yang sangat baik bagi tubuh dari segi kesehatan. Tubuh akan mengalami proses detoksifikasi yakni proses pengeluaran racun dari dalam tubuh melalui jaringan kulit dalam bentuk keringat dan memalui  sistem pencernaan.

Walaupun di dalam islam tidak menyebutkan adanya puasa weton, namun bagi kalangan orang yang tinggal di tanah jawa masih melaksanakan puasa tersebut sebagai upaya keprihatinan dalam hidup. Berikut ini beberapa manfaat puasa hari kelahiran

1. Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Terbukti bahwa orang yang suka berpuasa, akan mempunyai tubuh yang kebal terhadap penyakit. Puasa itu sendiri tidak sebatas menahan lapar bahkan perpindahan waktu makan semata.

Namun mekanisme pencernaan tubuh juga dapat beristirahat sehingga lambung tidak berkerja secara terus menerus. Tentunya hal ini akan membuat kesehata tubuh menjadi lebih baik karena selama sistem pencernaan beristirahat maka organ tubuh lainnya pun akan mengalami jeda istirahat.

2. Menguatkan Mental Kita
Seseorang yang sering melakukan puasa, sebenarnya akan mempunyai pemikiran yang lebih matang dan dalam dibandingkan  orang yang sangat jarang berpuasa.

Hal ini karena kondisi mental dan pikiran kita ketika berpuasa akan mengalami penurunan emosi yang signifikan sehingga kita cenderung mampu menyelesaikan permasalahan dengan pemikiran yang lebih tenang.

3. Kepekaan Batin
Selain itu, puasa tidak terbatas pada peningkatan kesehatan secara fisik semata namun secara umum, puasa weton ini juga sangat baik bagi mental dan pikiran seseorang.

Namun manfaat yang bersifat magis seperti pernyataan bahwa puasa merupakan upaya magis untuk mendekatkan diri pada hal-hal yang tidak bisa dijangkau dengan logika adalah salah satu argumen yang tidak sepenuhnya benar.

Lebih tepatnya, puasa adalah suatu kegiatan yang dapat menjadikan seseorang mempunyai kepekaan lebih dalam terhadap makhluk-makhluk yang ada di muka bumi.

4. Keberhasilan Hajat
Puasa menurut saya adalah upaya kita mengucapkan syukur dan upaya kita bermunajat kepada sang pencipta Allah SWT. Dan, Allah akan mengabulkan apapun yang di minta hambanya. Nah, dengan cara puasa weton yang Anda lakukan ini. Anda akan mempercepat apa yang Anda inginkan tersebut.

Itulah beberapa manfaat utama dari puasa weton. Semoga dengan info tentang “cara puasa weton” bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Anda dan orang disekitar Anda. Terima kasih.

Wasalamualaikum.

Sumber: ilmuparanormal.com

Loading...
loading...
loading...