BJ Habibie Jatuh Sakit, Jerman Berikan Perhatian Penuh dan Tawarkan Bantuan

by

Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie sedang mendapatkan perawatan di Klinik Stranberg, Muenchen, Jerman. Diduga ia mengalami kebocoran klep pada jantungnya.

Mengetahui kabar tersebut, pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh kepada Mantan Menristek di era Soeharto itu.

“Pemerintah Jerman melalui Kantor Kanselir Angela Merkel sudah mengetahui keadaan kesehatan Bapak BJ Habibie saat ini, dan sudah menelepon langsung Bapak BJ Habibie. Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh, dan menawarkan apa yang bisa dibantu,” kata sekretaris pribadi BJ Habibie, Rubijanto, dikutip dari Antara, Minggu (4/3).

Rubijanto menjelaskan, ia telah menghubungi BJ Habibie pada Kamis (1/3). Menurutnya, Habibie saat itu merasakan sesak napas sejak Selasa 27 Februari. Mengetahui kondisinya yang tidak sehat, Habibie langsung dibawa ke Klinik dan mendapatkan penanganan dari tim dokter.

“Diketahui bahwa klep jantung termonitor ada kebocoran layaknya yang dialami almarhumah ibu Ainun Habibie,” jelasnya.

Akibat dari kebocoran klep jantung itu terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter, maka terasa sulit untuk bernapas. Selain itu, tensi Habibie meningkat sampai 180.

Dokter pun memberikan pilihan untuk segera menjalani operasi jantung atau menempuh pengobatan dengan cara yang lebih canggih. Menurut Rubijanto, Habibie memilih opsi yang kedua.

Sejauh ini, tim dokter telah memasang kateter melalui mulut untuk mengetahui persisnya kebocoran klep Jantung dan untuk menentukan tindakan yang lebih tepat untuk ditempuh.

Habibie berharap pengobatannya itu dapat dihadiri dan disaksikan paling tidak oleh dua dokter spesialis jantung dari Tim Dokter Kepresidenan RI dan seorang personel Paspampres.

“Beliau harapkan seluruh biaya perawatan dan tindakan medis yang timbul di Muenchen, ditanggung oleh Pemerintah RI sesuai Undang-undang yang berlaku,” kata Rubijanto menjelaskan.

Rubijanto berharap agar kesehatan Habibie segera lekas sembuh dan dapat kembali ke Jakarta dengan keadaan sehat.

Sumber: kumparan.com

Loading...
loading...
loading...