Begini Cara Menghindari Sihir Dalam Islam




Pertanyaa:
Assalamu’alaikum ustadzah, jika di dalam tubuh kita terkena pengaruh sihir, bolehkah meminta tukang sihir untuk menghilangkan pengaruh sihir tersebut dari tubuh kita? Bagaimana menghindarinya?

Wassalamu’alaikum

NENI, MAJALENGKA

Jawaban:
Wa’alaikumussalam

Seluruh perkara di alam dan dunia ini, pada hakikatnya terjadi atas izin Allah swt. Begitu juga sihir. Sihir dalam bentuk apa pun diharamkan Allah swt sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 102,

… وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ …

“… dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat …”

Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”

Yaitu, berbuat syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan untuk dibunuh kecuali dengan hak, memakan riba, makan harta anak yatim, lari dari pertempuran, dan menuduh zina wanita mukminah yang terhormat dan menjaga kehormatan.

Karena itu, umat Islam tidak dibenarkan berinteraksi dengan sihir, mempelajari ilmu sihir atau menghilangkan pengaruh sihir dengan mendatangi tukang sihir. Semuanya diharamkan sebagaimana sabda Nabi saw,

“Bukanlah dari golonganku orang yang mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya atau minta diundikan untuknya, meramal sesuatu yang gaib (dukun) atau minta diramalkan untuknya atau melakukan sihir atau minta disihirkan untuknya,” (HR Ath-Thabrani).

Sebagai hamba yang lemah, kita diwajibkan meminta pertolongan kepada Allah (isti’anah). Termasuk pula tentang gangguan sihir yang dikirim oleh setan atau tukang sihir. Dalam surat Fushshilat [41]: 36,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Zaadul Ma’ad, umat Islam diperintahkan Allah memohon perlindungan kepada Allah (istiazah), dapat berupa zikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa. Ini yang disebut pengobatan Ilahi.

Setiap kali zikir, ayat dan doa ini bertambah kuat, maka bertambah kuat pula perannya dalam mengalahkan sihir. Ibarat dua pasukan yang saling bertemu, masing-masing memiliki persenjataan. Siapa yang kuat, dialah yang menang.

Hati yang dipenuhi dengan zikir kepada Allah, munajat, doa, taawuz, wirid yang sesuai antara hati dan lisan (dipahami dan diresapi kandungan maknanya) adalah bagian dari sebab terbesar yang dapat mencegah pengaruh sihir dan bagian dari pengobatan terbesar setelah seseorang benar-benar terkena sihir.

Sumber: ummi-online.com





Loading...
loading...
loading...