Bandingkan Bible dan Al-Qur’an, Wanita Amerika Ini Masuk Islam: ‘Islam Lebih Memuliakan Perempuan’




Diana Beatty, atau Masooma Amtullah seajack away memiliki pandangan buruk tentang Islam dan Muslim. Namun, sikap ini berubah seiring perjalanan waktu.

Diana berasal dari Colorado, Amerika Serikat. Ia menjadi Muslim sejak tiga tahun lalu. “Saya hidup di keluarga yang kurang ideal. Tidak pernah mengenal agama sejak kecil,” ungkapnya seperti dilansir Arab News, Kamis (21/7).

Di perguruan tinggi, Diana bertemu Muslim untuk kali pertama. Kesan pertama, Diana melihat Islam sebagai hal asing. Hal yang banyak ia dengar cenderung negatif.

“Saya sejak kecil didik bahwa Alkitab itu kitab yang paling benar,” kenangnya.

Namun, hal tersebut berubah ketika ia kali pertama membaca Alquran. Ia bandingkan dengan apa yang tertulis dalam Alkitab. Ditemukannya sejumlah hal kontradiksi.

“Dan apa yang dikatakan Qur’an tentang Tuhan dan kehidupan lebih logis dan mudah dipahami. Saya percaya Tuhan akan memberikan kita agama yang mudah dimengerti,” paparnya.

Mulailah Diana menjalani masa sulit. Dimana, ia mulai bingung dengan ajaran agama lamanya. Sulit memutuskan untuknya apa yang harus dilakukan.

Mempelajari Islam jelas berbeda dengan apa yang dilakukan keluarga dan koleganya. Namun, ia tak bisa menolak kebenaran yang terpaparkan dalam ajaran Islam.

“Jujur sangat sulit untuk menyimpulkan,” kata dia.

Ibunya mulai mengeluhkan perubahan yang dialami Diana. Apalagi ketika anaknya itu mulai mengenakan pakaian serba tertutup.

Puncaknya, Diana pun mulai mencoba mengenakan hijab. “Beliau marah dengan mengatakan saya ingin menjadi orang Arab,” kenangnya.

Setelah keluarganya, koleganya mulai mengeluhkan perubahan Diana. Akantetapi, keinginan besar Diana mengenakan kebenaran membuatnya semakin kuat menghadapi segala bentuk konsekuensinya.

“Sulit untuk menjelaskan kepada seseorang yang belum pernah merasa bagaimana Islam dapat mengubah dan meningkatkan kehidupan seseorang. Tapi Islam mengubah saya,” kata dia.

Pada akhirnya, diujung akhir perjalanan Diana, ia mulai memutuskan yang terbaik untuknya.

“Saya merasa istimewa sebagai seorang wanita. Islam sangat memperlakukan wanita lebih hormat ketimbang masyarakat Amerika,” kata dia.

“Sebagai seorang wanita Muslim saya merasa lebih bebas untuk melihat diri sendiri dan memilih jalan yang benar-benar sesuai sifat saya dan orang lain menerima itu,” tambahnya penuh syukur.

Sumber: republika.co.id