Azab Kubur Tidak Ada, Benarkah?

by

Sebenarnya, adanya azab kubur itu sesuatu yang sudah qath’i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Dalam banyak ayat Al-Quran Al-Kariem juga tentunya hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, kita mendapatkan bahwa dalil yang jelas dan qath’i.

Demikian juga Rasulullah shalallahu alihi wa sallam menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas, dan terang.

Berikut adalah beberapa dalil, baik al-Quran maupun as-Sunnah, yang menjelaskan keberadaan azab kubur.

A. Ayat-ayat Quran 

1. Ayat Pertama 

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang adanya azab kubur.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

“… alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, , “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. (QS. al-An’am: 93)

2. Ayat Kedua
“… nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (QS. At-Taubah: 101)

Dalam ayat ini teramat jelas bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyiksa orang zalim itu dua kali, yaitu pada alam kubur dalam kematiannya (setelah nyawa dicabut hingga menjelang hari kiamat). Berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat, yaitu di neraka.

3. Ayat Ketiga
Demikian juga yang Allah subhanahu wa ta’ala lakukan kepada Fir’aun yang zalim, sombong, dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah.

Allah mengazabnya dua kali, yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti. Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang.

Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Al-Mu’min: 46)

4. Ayat Keempat
Ayat ini lalu dikuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian, yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur.

Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar?”(QS. Al-Mu’min: 11)

B. Dalil Hadits Shahih
Selain ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem, hadits-hadits shahih pun secara jelas menyebutkan adanya azab qubur.

Karena itu, tidak mungkin bisa ditolak lagi kewajiban kita untuk meyakini keberadaan azab kubur itu.

Pasalnya, jika sudah Al-Quran Al-Kariem dan hadits shahih yang menyatakannya, argumentasi apa lagi yang akan kita sampaikan?

1. Hadits Pertama
Dalam hadits yang pertama kami sampaikan tentang azab kubur ini, haditsnya masih amat kuat berhubungan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Quran Al-Kariem:

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 27)

Sebuah lafal dalam ayat di atas menyebutkan tentang ‘ucapan yang tegas’ yang dalam bahasa Al-Quran Al-Kariem disebut dengan ’al-qouluts-tsabit’ dijelaskan oleh Rasulullah bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah ketika seseorang menghadapi azab kuburnya.

Dari Al-Barra’ bin Azib dari Rasulullah shalallahu alihi wa sallam bahwa ketika seorang mukmin didudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat, kemudian dia bersyahadat tiada tuhan, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah shalallahu alihi wa sallam , maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. (HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1280)

2. Hadits Kedua
Ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih Al-Bukhari.

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat, ”Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur …” (HR Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)

3. Hadits Ketiga
Dalam kitab shahihnya itu, Al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur.

Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata, ”Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melindungimu dari azab kubur.” Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah shalallahu alihi wa sallam tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah shalallahu alihi wa sallam menjawab, ”Ya, azab kubur itu ada”. Aisyah ra berkata, ”Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu alihi wa sallam melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah dari azab kubur”. (HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1283)

Kesimpulan
Umat Islam sejak masa Rasulullah shalallahu alihi wa sallam hingga hari ini telah berijma’ (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya.

Alhasil, bagi mereka yang mengingkarinya hanya dua kemungkinannya. Pertama, mereka kurang dalam dan luas dalam mempelajari ayat dan hadits. Kedua, mereka tahu ada dalil dan nash yang shahih dan sharih, tetapi mengingkarinya. Terlepas dari motivasinya masing-masing.

Wallahu alam bishawab.

Sumber: inspiradata.com

Loading...
loading...
loading...