Apakah Taubatnya Pelakor dan Pezina Masih Diterima Oleh Allah? Ini Penjelasan Hadits Nabi

by

Sebesar apa pun dosa yang dilakukan oleh seorang hamba, apabila dia mau bertobat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya itu, sebagaimana dosa seorang wanita pezina dan pembunuh. Peristiwa ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Abu Hurairah r.a. “Pada suatu malam, setelah shalat Isya berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, aku keluar mencari angin. Di tengah jalan aku melihat seorang wanita bercadar sedang berdiri.

Ia lalu menyapaku, ‘Wahai Abu Hurairah, aku telah melakukan dosa besar. Apakah aku masih bisa bertobat?’

Aku kemudian bertanya, “Dosa apa yang pernah kamu lakukan?’

Wanita itu lantas menjawab, “Aku telah berzina dan membunuh anak hasil dari perzinaanku!”

Ketika mendengar pengakuannya itu, aku lantas berkata, “Celakalah engkau yang telah membinasakan anakmu. Demi Allah, tobatmu tidak akan bisa diterima.”

Setelah aku berkata demikian, wanita tadi langsung menjerit dan pingsan. Saat melihat sedemikian sengsaranya hati wanita tadi hingga pingsan, tiba-tiba aku menyesal.

Aku berkata dalam hati, aku telah lancang berfatwa, padahal Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. berada di sekitar kami. Pada keesokan harinya, aku menemui beliau untuk melaporkan kepadanya kejadian yang aku alami tadi malam.

“Ya Rasulullah. semalam ada seorang wanita meminta fatwa kepadaku tentang masalah ini!”

Aku lalu menceritakan masalah yang dihadapi wanita tersebut kepada Rasulullah. Sesudah mendengar ceritaku, beliau kemudian berkata,

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Demi Allah, engkau telah celaka dan mencelakakan orang lain. Bagaimana pendapatmu tentang ayat ini,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا () يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا () إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

‘Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. al-Furqaan: 68-70)

Setelah mendengar sabda beliau, aku langsung pergi dari hadapannya. Sambil berlari di jalanan kota Madinah aku mencari wanita yang menemuiku semalam.

Aku bertanya pada setiap orang yang aku temui tentang keberadaan wanita itu, sampai akhirnya aku bertanya pada sekumpulan orang, ‘Siapa yang dapat menunjukkanku seorang wanita yang semalam bertanya kepadaku tentang masalah begini dan begini?’

Sikapku dalam mencari wanita itu telah mengundang keheranan anak-anak kecil, sampai mereka berkata, ‘Abu Hurairah telah gila!’

Akhirnya, pada suatu malam aku berhasil menemukannya di suatu tempat, lalu aku memberitahukannya tentang perkataan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, bahwa ia bisa bertobat untuk menebus dosa-dosanya.

Kabar yang aku bawa ini telah menggembirakan hatinya, sampai ia menjerit kegirangan. Kemudian ia berkata kepadaku, “Aku memiliki sebidang kebun yang akan aku sedekahkan kepada kaum Muslimin untuk menebus dosaku!”

Wanita pezina itu akhirnya bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan penuh penyesalan. la senantiasa memperbaiki amal ibadahnya sampai ajal menjemputnya.

Sumber: congkop.xyz

Loading...
loading...
loading...