Apa Itu Hizb dan Batasan Ikut Kepada Hizb Atau Tidak

by

Syaikh Shafhiyyur Rahman Al-Mubarakfuri berkata:

“Al-Hizb (wadah dari Hizbi) adalah: sekelompok manusia yang dikumpulkan oleh suatu sifat yang mencakup atau suatu maslahat yang menyeluruh; berupa ikatan ‘aqidah dan iman, atau kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan, atau ikatan wilayah dan negara, atau kabilah dan nasab, atau pekerjaan dan bahasa, atau yang semisalnya berupa ikatan-ikatan, sifat-sifat, atau maslahat-maslahat yang biasanya menjadikan manusia berkumpul dan berkelompok-kelompok atasnya.” [“Al-Ahzaab As-Siyaasiyyah Fil Islaam” (hlm. 7)]

Dan tidak samar atas seorang pun dari orang-orang yang berakal bahwa: masing-masing Hizb (wadah dari Hizbi) adalah: memiliki landasan-landasan, pemikiran-pemikiran, aturan-aturan (operasinal), dan pandangan-pandangan yang keseluruhannya akan menjadi Dustur (undang-undang), walaupun sebagian mereka tidak menamakan demikian.

Syaikh Shafhiyyur Rahman Al-Mubarakfuri berkata lagi:

“Maka Dustur (semacam) ini dianggap sebagai asas yang darinya akan muncul “tanzhiim” (pengaturan) Hizb, dan (Hizb) akan bertolak darinya.

Sehingga barangsiapa beriman kepada (Dustur) tersebut dan meyakininya dengan sebenar-benarnya…-atau dengan kata lain: mengakuinya dan menjadikannya sebagai asas pergerakan dan aktivitas-:

maka (yang mengakui Dustur tersebut) akan tergabung di dalam Hizb itu, dan menjadi salah satu anggotanya atau mungkin salah satu petingginya. Barangsiapa yang tidak mengakui; maka tidak masuk.

Intinya: Dustur itulah yang menjadi asas dari Wala & Bara, bersatu atau berpisah, dan menolong atau membiarkan (tidak menolong).” [“Al-Ahzaab As-Siyaasiyyah Fil Islaam” (hlm. 13)]

Sumber: aslibumiayu.net

Loading...
loading...
loading...