Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Hamil Dalam Islam




Saat wanita hamil itu memang sejuta rasanya. Jika itu kehamilan yang pertama biasanya disambut dengan segala rasa, antara suka cita, khawatir dan berbagai rasa berkecamuk lainnya. Namun untuk ibu-ibu yang menantikan kehamilan berikutnya umumnya lebih tenang mengadapi masa kehamilannya, meski tetap harus berhati-hati menjaga kehamilannya, nutrisi, kesehatan juga tak lupa memenuhi dengan berbagai macam amalan sholeh yang bisa dilakukan oleh ibu yang tengah mengandung anaknya.

Beberapa amalan itu adalah:

Pertama:
Memperbanyak syukur kepada Allah atas anugrah anak yang ada dalam kandungan dan berharap menjadi anak sholeh. Banyak melakukan sedekah dan mengikuti majelis ilmu didekat rumah atau banyak membaca mengenai buku-buku agama.

Kedua:
Melakukan proses tarbiyah sejak dalam kandungan, yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan menjaga perilaku mulia, seperti tepat shalat lima waktu, membaca Al Qur’an, dzikir setiap pagi dan sore, dan berbagai ibadah lainnya yang bisa memberi pengaruh positif pada janin. Atau bisa juga mendengarkan murotal pada anak dikandungnya setiap saat, jangan lupa perbanyak doa yang baik-baik untuk kesehatan dan kebaikan janin.

Ketiga:
Menjaga dan mengontrol emosi ibu hamil, menjaga lisan dan hindari kata-kata tak tepat. Karena seperti diketahui, saat hamil biasanya ibu tidak menentu perasaan dan emosinya, ia sering berkata, berkeinginan dan berperilaku  menuruti perasaannya, yang ia anggap sebagai suatu kewajaran saat wanita hamil. Padahal jika seorang hamba, siapapun itu mencoba banyak beristighfar, berdzikir dan selalu berpikiran positif InsyaAllah akan terjaga dari perilaku buruk atau perkataan tidak pantas.

Keempat:
Seharusnya pasangan suami istri lebih menjaga kehalalan rezeki yang didapatkannya  dengan menghindari pendapatan/harta yang haram, subhat atau memang pendapatan atau rezeki itu benar-benar bersifat meragukan. Ini penting, karena asupan makanan yang masuk pada perut keluarga, termasuk anak dalam kandungan sangat berpengaruh dengan kehalalan rezeki yang didapatkan. Jika memang sesuatu yang haram atau meragukan kehalalannya, maka tabiat, kesehatan juga akhlak keluarga termasuk anak dalam kandungan akan ikut buruk. (Ust. Ahmad Djalaludin Lc, MA)

Kelima:
Berupaya mencarikan nama yang baik untuk anak. Tugas ini bukan merupakan tugas ringan karena nama yang baik dan islami bisa jadi sebuah doa untuk mereka. Jika ketidak hati-hatian menggunakan nama yang ngetrend dikalangan masyarakat tanpa tahu artinya, maka hal itu malah membuat kerugian yang besar.

Keenam:
Selalu berpikir positif, jika Allah akan memberikan jalan keluar untuk rezeki saat keuangan untuk keperluan bayi atau melahirkan belum tercukupi. Juga selalu berdoa untuk keselamatan jabang bayi sekaligus Ibu. InsyaAllah semuanya berjalan dengan baik, sehat dan lancar.

Ketujuh:
Selalu berpegang teguh pada ajaran Islam, jangan mendekati kesyirikan yang mencari perlindungan selain Allah, meskipun itu atas nama adat istiadat, kebiasaan setempat, jika memang mendekati kesyirikan dan percaya yang melindungi bayi adalah benda-benda ‘gaib’ atau kekuatan selain Allah maka sungguh jauhilah.

Kedelapan:
Berupaya tetap memeriksakan secara rutin pada tenaga kesehatan terdekat, agar bisa terpantau kesehatan ibu dan bayi yang didalam kandungan, berikut factor penyulit atau resiko  tertentu. Meskipun itu mengandung bukan anak pertama, namun upaya demikian sangat ditekankan dalam Islam. Mencegah yang mudharat dan berupaya mencari maslahah.

Kesembilan:
Makan-makanan yang bergizi, halal dan thoyibah untuk ibu dan anak dalam kandungan harus dipenuhi oleh orang terdekat dan suami. Hal ini juga merupakan suatu usaha baik dan mulia untuk keperluan bayi dan ibu sehat.

Demikian amalan juga hal-hal yang perlu diperhatikan saat ibu mengandung, berupaya untuk kebaikan ibu dan bayi adalah yang utama yanh haruas dilakukan oleh seluruh muslim. Acuh dan tak peduli pada kondisi mereka merupakan upaya penyia-nyiaan yang berujung dosa.

Sumber: ummi-online.com





Loading...
loading...
loading...