6 Ibadah Sunnah Bagi Wanita yang Haid Saat Bulan Ramadhan




Puasa di bulan ramadhan adalah hukumnya diwajibkan bagi setiap muslim demikian juga bagi muslimah adalah wajib hukumnya yang sudah baligh dan berakal sehat.

Khusus bagi wanita muslimah, ada beberapa ketentuan yang diperbolehkan berbuka (tidak shaum) disiang hari pada bulan ramadhan, salah satunya yaitu ketika kedatangan tamu yang tidak diundang, yaitu haid.

Haid bagi muslimah adalah merupakan kodrat dengan keluarnya darah yang tidak disebabkan oleh penyakit.

Hikmah haid bagi muslimah adalah merupakan training atau latihan, karena muslimah pada akhirnya akan mempunyai anak dan harus membersihkan kotoran pada anaknya yang masih bayi,maka Allah SWT memberikan training berupa haid, sehingga nantinya terbiasa dalam merawat bayinya.

Muslimah yang sedang kedatangan haid atau nifas di bulan ramadhan dilarang melaksanakan shaum, dan diwajibkan mengqhdanya pada hari-hari lain.

Imam Abu Hamid Al Ghazali  Mengatakan bahwa: “Ilmu yang harus dimengerti bagi muslimah baik muda maupun tua’baik belum menikah maupun sudah menikah adalah Ilmu Haid.”

Mencari Ilmu tentang haid sama wajibnya dengan belajar Surat Al Fatihah, sehingga seorang istri boleh memaksa keluar untuk mempelajari masalah haid.

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy r.a.  Bahwasanya Rasulullah SAW : “Bukankah Wanita itu jika sedang haid dia tidak solat dan tidak shaum/berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” (HR.Bukhari).

Dari Aisyah r.a. Menyatakan: “Kami mengalami haid ,Maka Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengqadha shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha solat.” (H.R. Bukhari-Muslim/Dalam Shahih Jami No. 3514).

Walaupun tidak diperbolehkan shaum dan solat, namun demikian tentunya sebagai muslimah tidak akan kehilangan momentum keutamaan dan keberkahan di bulan ramadhan yang segala amalan dilipatgandakan pahalanya,yaitu melakukan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

Banyak ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:

1. Meyediakan dan memberi ifthar (hidangan berbuka), kepada orang-orang yang shaum baik bagi anggota keluarga maupun saudara-saudara umat Islam
Ifthar adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah  SAW, karena mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah.

Rasulullah SAW Bersabda: “Barang siapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun.” (H.R. Bukhari Muslim).

Dari Salman Al-Farisi r.a. Diceritakan bahwa Rasulullah SAW Berkhutbah menjelang Ramadan,diantara isi khutbah beliau:  “Siapa saja yang memberi (hidangan buka shaum) kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum maka Allah akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk surga.  Inilah bulan, yang awalnya adalah Rahmah, Pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan nar (pembebasan dari api neraka). Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadhan.”

2. Menjauhi Larangan Agama
Muslimah yang bijak tentunya berupaya memanfaatkan setiap detik ketika bulan Ramadhan walaupun ketika sedang haid, dan terhalang menunaikan shaum masih mendapat pahala yaitu dengan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Agama,dan berusaha menjaga lisan dengan tidak mengunjing dan selalu berusaha berkata-kata yang manfaat.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa Tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya shaum/puasa dari makan dan minum.” (HR Bukhari).

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).

3. Memperbanyak Berdoa dan Berdzikir Sepanjang Hari
Berdoa dibulan ramadhan adalah sangat mustajab, dan sangat dianjurkan, tentunya sebagai muslimah juga memanfaatkan waktu dengan senantiasa memperbanyak berdoa dan bedzikir setiap saat, Allah SWT Berfirman: “Dan Rabbmu Berfirman: Berdoalah Kepada-Ku Niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60).

Dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Tidak ada kaum/seseorang yang Berdzikir kepada Allah kecuali mereka di kelilingi oleh malaikat-malaikat, di liputi oleh Rahmat, turun kepada mereka ketentraman, dan Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Walau muslimah ketika haid tidak diperbolehkan solat, namun demikian ketika adzan usai dikumandakan sangat dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir.

Rasulullah SAW Bersabda: “Dari Jabir Bin Abdullah r.a. Bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia Berdoa: Ya Allah Ya Rabb, Pemilik seruan yang sempurna ini, dan solat yang akan didirikan, karuniakanlah kepada Rasulullah SAW. Wasilah dan keutamaan dan tempatkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan, Akan Mendapatkan Syafaatku kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).

4. Mengingatkan anggota keluarga dalam kebaikan, terutama saudara laki-laki agar senantiasa solat berjamaah dimesjid
Rasulullah SAW Bersabda: “Dan jikalau mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam solat Isya dan shubuh niscaya mereka mendatangi keduanya bahkan mereka akan mencintainya.”

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan bersama-sama ke masjid di kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari akhir nanti.” (H.R At-Tirmidzi).

5. Mengingatkan anggota keluarga untuk menunaikan solat sunat terutama solat sunnat dhuha dan solat sunat qiyamul lail
Sebagaimana kita telah ketahui bersama bahwa solat sunnat dhuha dan solat sunnat qiyamul lail adalah merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Terlebih bila kita menunaikannya di saat bulan ramadhan yang penuh limpahan rahmat dan karunia-Nya,banyak faedah dan keutamaannya.

Rasulullah SAW Bersabda: “Barangsiapa yang solat Subuh berjamaah, lalu duduk dzkir kepada Allah SWT hingga terbit matahari, kemudian shalat dhuha dua rakaat, maka untuknya pahala haji dan umrah,sempurna,sempurna,sempurna.” (HR. At-Tirmidzi).

Barangsiapa yang solat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih Al-Jami`: 634).

Hendaklah kalian mendirikan qiyamul lail, karena dia adalah amalan orang-orang shalih sebelum kalian, jalan untuk mendekatkan pada Rabb kalian,penghapus dosa-dosa,pencegah maksiat, dan penolak masuknya penyakit ke badan.” (HR. At- Tirmidzi).

6. Menyibukkan diri menuntut Ilmu yang bermanfaat
Salah satu kreteria wanita solehah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmu nya, dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmunya, dengan demikian di bulan ramadhan ini walau terhalang dengan tidak shaum seyogiyanya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang manfaat dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW Bersabda: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu, Niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju Surga Baginya.” (H.R. Muslim).

Barangsiapa wafat dalam menuntut Ilmu (dengan maksud) untuk mengidupkan Islam, Maka antara dia dan Nabi-Nabi satu derajat di dalam Surga.” (H.R. At-Thabrani)

Sumber: amalkan.com