6 Alasan Kenapa Agama Islam Disebut Rahmatan Lil Alamin




Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Islam merupakan agama penyempurna dari ajaran tauhid yang dibawa oleh para Nabi-Nabi sebelum Rasulullah SAW. Islam memiliki arti (penyerahan) atau berserah diri kepada Allah SWT sepenuhnya.

Muslim adalah sebutan bagi pemeluk agama Islam yang berarti orang yang tunduk dan patuh hanya kepada perintah Allah SWT. Seorang muslim laki-laki disebut muslimin dan bagi perempuan disebut muslimah. Allah SWT menurunkan firman-Nya melalui Nabi Muhammad SAW kepada seluruh manusia di muka bumi.

Dalam firman-Nya, Allah SWT menyebutkan bahwa Nabi Muhammad merupakan Rasul terakhir yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

1. Islam Menurut Bahasa
Nama Islam berasal dari bahasa Arab “Aslaman” yang memiliki arti “Menyelamatkan”, Aslaman sendiri berasal dari kata salam yang berarti kedamaian. Dalam pengertian yang lebih jauh, Aslaman bermakna tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT.

Sehingga Islam merupakan penerimaan dan penyerahan diri kepada Tuhan semesta alam, Allah SWT. Maka seluruh pemeluk agama Islam tunduk dan patuh melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

… الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا …

“… pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu …” (QS. Al-Ma’idah : 3)

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ …

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…” (QS. Al-An’Aam : 125)

2. Tauhid (Kepercayaan)
Dasar kepercayaan agama Islam terletak pada dua kalimat syahadat yaitu “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah” (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah).

Dengan menyebut dua kalimat syahadat tersebut dan meyakininya dalam hati, seseorang dianggap sebagai seorang muslim dengan status sebagai mualaf (orang yang masuk agama Islam).

Umat muslim meyakini bahwa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir untuk menyempurnakan kepercayaan tauhid yang dibawa oleh Ibrahim AS, Musa AS dan Isa AS.

Dengan meyakini Al-Qur’an dan sunnah sebagai sumber hukum agama Islam. Namun orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mau mengakui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengubah ayat-ayat pada kitab Taurat dan Injil.

Al-Qur’an diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril adalah sempurna. Allah SWT berfirman,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 2).

Allah SWT juga telah berjanji akan menjaga keaslian isi Al-Qur’an hingga hari kiamat.

3. Rukun Islam dan Rukun Iman
Rukun Islam merupakan lima hal dasar dalam agama Islam sebagai pondasi bagi kaum muslim yang beriman. Rukun Islam terdiri dari:
  1. Syahadat: Mengucapkan dan meyakini dua kalimat syahadat.
  2. Sholat: Mendirikan sholat lima waktu yaitu isya, subuh, dzuhur, ashar dan magrib.
  3. Puasa: Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
  4. Zakat: Mengeluarkan zakat.
  5. Haji: Menunaikan ibadah haji (bagi yang mampu).

Rukun iman adalah enam pilar keimanan dalam agama Islam yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang beriman. Diantaranya adalah:

  1. Iman kepada Allah SWT.
  2. Iman kepada malaikat Allah SWT.
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT.
  4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT.
  5. Iman pada hari kiamat.
  6. Iman kepada qada dan qadar.
4. Ajaran Islam
Terdapat empat mazhab yang diamalkan oleh umat muslim di seluruh dunia yaitu Mazhab Syafi’i, Hanafi, Hambali dan Maliki. Konsep agama Islam adalah tauhid yaitu meyakini keesaan Allah SWT. Konsep tauhid tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an pada surat Al Ikhlas.

Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS Al Ikhlas ayat 1-4). Allah memiliki 99 nama ( asma’ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya.

5. Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, Allah SWT mewahyukan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril. Penurunan wahyu kitab suci Al-Qur’an dilakukan secara bertahap antara tahun 610 Masehi hingga wafatnya Nabi Muhammad 632 Masehi.

Al-Qur’an yang ada saat ini isinya masih terjaga dan sama dengan yang disampakan kepada Nabi Muhammad SAW. Para ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini berasal dari masa kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam yang ke-3 antara tahun 650 hingga 656 Masehi).

Al-Qur’an memiliki 6.236 ayat (terdapat perbedaan pendapat jumlah ayat dalam Al-Qur’an), 114 surat dan 30 juz. Seorang muslim yang menghafal 30 juz Al-Qur’an disebut sebagai hafiz. Saat ini terdapat jutaan penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia. Al-Qur’an hanya berasal dari bahasa Arab, terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai mengetahui makna Al-Qur’an itu sendiri.

6. Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi sekaligus penyempurna agama-agama yang diajarkan oleh Nabi-Nabi sebelum beliau.

Setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk suri tauladan yang baik bagi umat muslim. Oleh sebab itu semua sabda (perkataan), perbuatan dan ketetapan Rasulullah SAW adalah sumber hukum kedua agama Islam setelah Al-Qur’an.

Sumber: satujam.com





Loading...