4 Rahasia Sukses Bisnis Bagi Muslimah dan Ibu Rumah Tangga




Bisnis merupakan satu di antara sekian banyak pintu rezeki. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan para sahabatnya pun berbisnis dengan cara yang islami. Mereka berbisnis hingga menjadi pribadi merdeka. Dengan berbisnis, seseorang mampu menjadi pribadi yang tidak mudah ditawan atau diperalat kepentingan orang lain yang tidak sejalan.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam berbisnis sejak usia delapan sampai empat puluh tahun. Selama tiga puluh dua tahun. Istri beliau, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid juga seorang pengusaha yang hebat. Beliau bukan saja cantik dan berakhlak penuh pesona, tapi juga memiliki kepiawaian dalam bisnis yang mumpuni. Sukar dicari tandingannya.

Apakah para Muslimah ingin meneladani jejak bunda Khadijah sebagai Muslimah pengusaha yang sukses? 4 kiat ini kami sajikan khusus untuk Anda.

Alasan yang Kuat
Bisnis itu melelahkan. Pebisnis membutuhkan tenaga yang besar. Tenaga yang besar hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki alasan. Alasan inilah yang harus ada bagi setiap Muslimah sebelum memulai bisnis.

Mengapa harus berbisnis? Untuk apa berbisnis? Apakah berbisnis hanya untuk mendapatkan kekayaan? Apakah ada dimensi kemanfaatan sebanyak mungkin hingga kita memulai berbinsis?

Di tahap ini, carilah alasan yang paling tepat. Kumpulkan sebanyak mungkin alasan. Jangan beralasan dengan sesuatu yang sifatnya remeh dan sementara karena tenaganya sedikit. Carilah alasan yang kuat agar tenaga yang dihasilkan pun besar.

Organisasi di Atas Individu
Jika bisnis sudah dimulai, seorang Muslimah harus menguasai konsep ini. Tempatkan organisasi bisnis di atas kepentingan personal dan keluarga. Jangan sampai kepentingan individu mengalahkan kepentingan organisasi. Sebab hal ini bisa membuat bisnis berantakan dan tidak berkembang.

Penting bagi seorang Muslimah untuk membicarakan hal ini dengan suami sebagai pemimpin dalam keluarga. Agar di dalam menjalani langkah bisnis bisa optimal.

Hal-hal penting yang harus dikerjakan di tahap ini, antara lain; jangan menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, jangan norak, dan utamakan tampilan bisnis daripada tampilan personal.

Ketika seorang Muslimah mampu menempatkan keperluan bisnis di atas kepentingan pribadi atau keluarga, maka bisnisnya akan mudah mengalami pertumbuhan. Tandanya, modal kerja semakin membesar hingga makin besar pula peluang ekspansinya.

Keukeuh
Artinya kokoh. Teguh memegang prinsip hidup. Jangan mudah menyerah. Upayakan yang terbaik. Senantiasa belajar. Jangan mau kalah dengan kondisi. Manfaatkan setiap peluang yang ada. Dan senantiasalah berinovasi.

Pasar tidak pernah tahu alasan. Yang dipahami oleh pasar adalah barang sesuai dengan minatnya. Jangan tolerir kesalahan, sekecil apa pun. Sebab selain berpeluang menjadi kebiasaan, menolerir kesalahan bisa berakibat pada kaburnya pasar. Akan semakin rumit jika produk bisnis kita memiliki banyak pesaing.

Berpikirlah dengan sungguh-sungguh. Jangan malas berinovasi. Jangan sibuk memaksa pasar membeli produk kita, tapi hadirkan sebanyak mungkin alasan hingga produk kita layak dipilih. Apa kelebihan produk kita dibanding produk sejenis dari produsen lain? Mengapa pasar harus memilih produk kita?

Senantiasalah fokus untuk hadirkan manfaat. Inilah kunci utama agar produk kita diterima pasar.

Terakhir, jangan ganjen. Tunjukkan bahwa sebagai pebisnis, Anda benar-benar berkomitmen untuk kaya sehingga bisa memberikan sebanyak-banyaknya manfaat untuk orang lain, bukan sekadar mau kaya.

Bayar Harganya
Tidak ada sukses yang instan. Di balik keberhasilan besar selalu ada kisah panjang. Selalu ada himpunan darah, keringat, dan air mata dalam kisah bernama sukses. Sayangnya, sebagian kita hanya memandang enaknya. Kita lebih fokus melihat keberhasilannya tanpa mau mengetahui dan benar-benar berproses.

Melangkahlah sejak saat ini. Mulai dari yang bisa dikerjakan. Tak perlu beralasan tiada modal, sebab Allah Ta’ala telah berikan modal berupa kekuatan fisik, akal untuk berpikir, dan hati untuk memutuskan mana yang terbaik.

Mulai dari saat ini. Tidak usah menunggu esok. Jualan atau tidak jualan, semua orang pasti belanja. Usaha atau tidak usaha, matahari akan terus beredar. Ia tak pernah memberi waktu untuk menunggu kita.

Mulai dari yang paling kecil. Semua bisa dikerjakan, jika kita mau. Berpikirlah dengan terbuka. Sebab semua yang di sekitar kita memungkinkan untuk dijual. Kita hanya perlu sedikit bepikir dan menebalkan muka agar berani memasarkan dagangan.

Tak ada yang sia-sia. Hidup hanya soal menampung tenaga dan membagikannya.

Jangan pernah menyerah jika usaha kita bertahun-tahun belum berhasil. Itu artinya, ada tabungan besar yang kita usahakan dan kelak akan diunduh, jika masanya tiba.

Sumber: kisahikmah.com