4 Pelaut Muslim Legendaris yang Keberadaannya Pernah Bikin Barat Ampun-ampunan




Kamu suka film atau buku yang bertema pelayaran atau bajak laut? Kalau iya, pasti kamu bakal sangat jarang mendengar nama seorang muslim yang tersemat dalam karya-karya tersebut.

Ya, banyak orang yang berpikir kalau di zaman per-bajak-laut-an, orang-orang Muslim masih bergulat dengan unta dan padang pasir. Padahal yang sesungguhnya terjadi tidak demikian.

Mungkin tak banyak yang percaya, tapi ternyata ada banyak para Muslim yang merupakan ahli pelayaran dan bahkan beberapa dikenal pula sebagai bajak laut.

Bukan yang ecek-ecek, para pelaut muslim yang diketahui ternyata sangat keren. Mereka memiliki kemampuan luar biasa yang benar-benar disegani dunia. Siapa saja orang-orang tersebut? Simak ulasannya berikut.

1. Laksamana Zhang He (Cheng Ho)
Nama pelaut muslim yang satu ini sudah sangat terkenal di seantero jagad. Ekspedisi Cheng Ho dicatat sebagai pelayaran dengan anggota terbanyak dan kapal kayu paling besar hingga saat itu.

Cheng Ho membawa kurang lebih sebanyak 27.000 awak kapal dalam pelayarannya. Berbekal dengan ijin kaisar di dinasti Ming, Cheng Ho melakukan berbagai ekspedisi. Mulai dari India, Asia Tenggara, bahkan hingga ke Afrika.

Di Indonesia, Cheng Ho sempat singgah ke beberapa tempat seperti Kesultanan Aceh, Semarang dan kerajaan Majapahit. Uniknya dengan armada sebesar itu, Cheng Ho tidak pernah sama sekali melakukan penjajahan di daerah yang dia singgahi.

Cheng Ho juga merupakan Muslim yang taat, di setiap perjalanannya dia selalu menjalankan perintah sholat lima waktu. Impian terbesar Cheng Ho adalah agar dia dapat pergi berhaji ke Tanah Suci seperti kakeknya, sampai-sampai dia mengutus seseorang menggambar tanah suci untuk ditempelkan di ruang bilik kapalnya.

Sayang semua itu tidak kesampaian, Cheng Ho wafat pada pelayaran terakhirnya di India. Namun Jasa Cheng Ho sangat luar biasa, karena dia telah berhasil menujukan bentuk sebenarnya dari peta dunia. Ada juga beberapa rumor yang menjelaskan bahwa Cheng Ho menemukan benua Amerika dahulu sebelum Colombus.

2. Si Jengot Merah, Barbarossa
Khairuddin Barbarossa memiliki banyak sebutan di negeri Eropa, Si Jangut Merah, Il Diavolo atau “si setan” dan sang pemilik segala kejahatan. Namun bagi kaum muslim, dia adalah pahlawan sejati.

Sebutan-sebutan tersebut disematkan pada Khairuddin karena keahliannya dalam dunia pelayaran. Sebelumnya, bersama saudara-saudaranya dia hanya seorang anggota kapal biasa.

Namun, melihat penindasan-penindasan yang dilakukan oleh orang pasukan Crusader terhadap para pedagang muslim, Khairudin bersaudara jadi ikut turut tangan. Berbekal dengan satu kapal, Khairuddin dapat mengalahkan dan merebut banyak kapal para kesatria salib.

Itulah mengapa dia dijuluki dengan nama-nama yang mengerikan. Namun sebenarnya, kelompok Barbarossa hanya akan menyerang jika kapal para pasukan salib menyerang terlebih dahulu.

Barbarossa akhirnya menjadi seorang “Bajak Laut” yang ditakuti oleh orang-orang Eropa, namun bagi muslim dia adalah seorang pejuang. Ketenaran Barbarossa membuat dirinya mendapatkan posisi Admiral Tertinggi dari kesultanan Turki.

Daerah kekuasaan Barbarossa sangat luas, mulai dari laut di Mediterania hingga Andalusia dalam pengawasannya. Barbarossa merupakan momok bagi kerajaan-kerajaan di Eropa.

3. Ahmad Ibn Majid
Pelaut yang satu ini memiliki julukan Singa Lautan. Dia berlayar mengarungi luasnya samudra sebagai Navigator seorang pelaut terkenal Vasco Da Gama.

Kemampuan ilmu pelayarannya ternyata sudah ada sejak dia masih kecil. Hingga akhirnya dia membuat sebuah kompas sendiri dengan 32 mata angin. Hal tersebutlah yang membuat Vasco Da Gama tertarik dengan Ahmad ibn Majid, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengajaknya berlayar.

Rombongan tersebut akhirnya berlayar hingga ke teluk Harapan di Afrika. Sebelum akhir hayatnya, Ahmad Ibn Majid juga pernah menulis sebuah buku catatan perjalanan yang hingga kini sangat berguna bagi dunia pelayaran di dunia.

4. Turgut Reis
Semenjak wafatnya Barbarossa, muncul bakat-bakat baru pengantinya. Dia adalah Turgut Reis, seorang laksamana muda yang lihai dalam ilmu kelautan.

Sebelumnya dia bekerja pada pasukan laut Spanyol Andrea Doria, namun dia segera kembali ke Turki dan bergabung dengan pasukan Ottoman. Akhirnya Turgut menjadi musuh bebuyutan mantan majikannya Andrea Doria.

Turgut menjadi ancaman besar bagi kerajaan Spanyol, terutama laksamananya Andrea Doria. Berkali-kali Turgut membodohi Doria dengan strategi-strateginya. Karena ketenarannya, Turgut akhirnya benar-benar menggantikan posisi Barbarossa sebagai admiral tertinggi di kerajaan Ottoman.

Ternyata di dunia kelautan, Muslim juga pernah berjaya. Bukan hanya sebagai penjelajah, namun ada juga yang menjadi armada perang yang siap melindungi muslim. Ini merupakan prestasi hebat, bahkan sampai-sampai barat memberikan julukan karena saking ditakutinya.

Sumber: boombastis.com