4 Kisah Istri yang Dibunuh Suaminya Sendiri Karena Tidak Memberi ‘Jatah’




Kasus pembunuhan memang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Bahkan tidak jarang, pelakunya adalah orang dekat yang masih satu keluarga.

Kasus suami membunuh istri pun sering terjadi. Para suami yang seharusnya menjadi pelindung justru menganiaya bahkan membunuh istrinya. Suami tega membunuh sang istri hanya karena alasan menolak diajak berhubu*gan badan.

Kasus terbaru terjadi di Dusun Penambangan Desa Karangnangka Purbalingga Jawa Tengah, Minggu (7/9). Aksi keji ini dilakukan Aksom Fattahudin (48) yang membunuh sang istri, Miskem (43) dengan menggunakan senjata kudi.

Selain kasus di Purbalingga tersebut ada beberapa kasus lainnya. Berikut kisah para suami yang tega membunuh istrinya karena alasan tak diberi ‘jatah’ oleh istrinya yang berhasil dihimpun merdeka.com. Berikut kisahnya:

1. Istri Tewas Ditusuk Suami Karena Dgah Diajak HubuΠgañ Badan
Entah apa yang merasuki Sanam, warga Subang Jawa Barat yang tega membunuh istrinya Embet pada 7 Febrjuari 2013 lalu. Dalam persidangan yang digelar di PN Subang, Selasa (28/5/2013) lalu, Sanam mengakui telah membunuh istrinya.

Terdakwa membunuh istrinya karena dipicu masalah keluarga. Persidangan menghadirkan saksi Tubagus Suganda dari penyidik Polsek Compreng.

“Ketika di-BAP terdakwa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani mengaku membunuh karena selama pernikahan sering berselisih, tidak mau diajak pergi haji dan juga sudah lama tidak mau diajak hubun*an badan,” ungkap Suganda saat bersaksi.

Hal itu pun tidak dibantah oleh terdakwa. Sanam mengakui membunuh istrinya karena sering berselisih. “Iya saya menusuk karena sering berselisih dan istri tidak mau diajak berh*bungan b*dan. Sama dengan yang di-BAP,” ujar Sanam.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Kamis 7 Februari lalu di rumah terdakwa di Kampung Lamaran RT 03/RW 06 Desa Jatireja Kecamatan Compreng.

Awalnya terdakwa Sanam menonton TV bersama istrinya kemudian pada pukul 21.00 istrinya masuk kamar untuk tidur setelah itu pada jam 23.00 WIB pelaku menyusul istrinya masuk kamar.

Setelah masuk kamar pelaku merenung dan mengingat beberapa hal yang menyebabkan dirinya sakit hati. Setelah itu terdakwa menuju ke dapur untuk mengambil sebilah pisau.

Pelaku kembali masuk kamar dengan mengunci pintu kamar dan menusuk badan korban sebanyak empat kali di bagian perut dan dada.

Akibat panik karena anak dan menantunya yang mengetuk-ngetuk pintu kamar karena mendengar teriakan korban, terdakwa berusaha bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri menggunakan pisau.

2. Tak Diberi Jatah Selama 3 Bulan, Pengemis Bunuh Istrinya
Said (60), suami dari mayat seorang pengemis yang ditemukan terkubur dalam kulkas bernama Mira (45) di halaman rumahnya kemarin, mengaku kesal hingga menghabisi nyawa istrinya. Said mengaku membunuh istrinya dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan kayu.

Kekesalan Said terpicu, lantaran sang istri selalu menolak memberikan ‘jatah’ (hubungan intim) selama tiga bulan terakhir. “Dia tidak mau diajak hubungan suami istri, karena saya tidak ada uang. Saya ajak selalu menolak, kesal langsung saya pukul dengan kayu” kata Said, di Polresta Palembang, Selasa 10 Juni 2014 lalu.

Usai membunuh, Said lalu menguburkan istrinya dengan ditutup pintu kulkas. “Bekas pintu kulkas itu saya dapatkan dari rongsokan. Memang saya yang menguburkannya di sana dibantu anak saya Amir, sekitar pukul 17.00WIB sore saya kuburkan” akunya.

3. Marlina Tewas Dianiaya Suami Karena Tak Beri Jatah
Kasus serupa juga menimpa Marlina warga Kampung Depok, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya yang tewas akibat dianiaya suaminya sendiri, Sabtu (10/4/2010).

Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat bercerita kepada ibunya, jika luka yang terdapat di beberapa bagian tubuhnya karena dipukul suaminya, Karim.

Sebelumnya, Ina sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya. Karena luka dalam dan sulit terdeteksi medis, ia menghembuskan napas terakhir. Lalu pihak keluarga meminta jenazah Ina diautopsi.

Proses autopsi dilakukan tim medis RSUD Kota Banjar, Sabtu (10/4) dini hari. Dan hasilnya benar ada beberapa luka di dagu, pipi dan dada Ina. Kuat dugaan itu akibat pukulan bogem mentah Karim.

Karim yang telah diamankan di Satreskrim Polres Ciamis menolak dituduh memukuli Ina karena tidak diberi jatah nges*ks’. Pengakuan Karim, dirinya kesal, karena Ina meminta diantar pulang ke rumah orang tuanya di Tasikmalaya. Padahal, kala itu Karim sedang tidak enak badan.

Dikatakan Karim, dirinya sempat menyarankan untuk pergi besok saja. Tapi Ina keukeuh dan Karim pun emosi. Pipi mulus Ina dipukul sebanyak dua kali.

“Saya tidak memukul badannya, tapi bagian muka saja. Tapi aneh bisa meninggal,” kilah Karim.

4. Aksom Bunuh Istri Dengan Kudi Karena Tak Diberi Jatah
Seorang suami tega membunuh sang istri hanya karena alasan menolak diajak berhubung*n badan. Kejadian ini terjadi di Dusun Penambangan Desa Karangnangka Purbalingga Jawa Tengah, Minggu (7/9).

Aksi keji ini dilakukan Aksom Fattahudin (48) yang membunuh sang istri, Miskem (43) dengan menggunakan senjata kudi.

Kepada petugas, Aksom mengaku melakukan tindakan keji tersebut sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, pelaku mengaku sudah sangat jengkel lantaran permintaannya untuk berhub*ngan badan ditolak. Awalnya, ia membangunkan sang istri sekitar pukul 00.00 WIB, namun tidak bangun.

Kemudian, pada pukul 01.00 WIB dan 02.00 WIB, Aksom kembali mencoba membangungkan istrinya, tetapi tidak digubris. Terakhir, pada pukul 03.30 WIB, kembali Aksom membangunkan istrinya. Namun kembali ditolak, bahkan istrinya yang kesal sempat mencekik lehernya.

Kejadian tersebut membuat amarah Aksom memuncak. Kemudian, ia mengambil kudi di dapur dan menggorok leher istrinya saat tidur, hingga tewas.

“Saking jengkele aku njiot kudi neng pedangan, gulune tek gorok (Jengkel banget, aku ambil kudi di dapur, lehernya saya gorok),” katanya kepada petugas di Markas Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Purbalingga, Ajun Komisaris Sardji mengatakan, pelaku kemudian ditangkap oleh petugas setelah ada laporan dari tetangga pelaku. “Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan langsung kita amankan,” ujarnya.

Sumber: merdeka.com




Loading...
loading...
loading...